Kasubbag Humas Polres Soppeng Ajak Seluruh Masyarakat Berpartisipasi Jaga Kemanan dan Ketertiban Lingkungan

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Polres Soppeng kembali melaksanakan pembinaan dan penyuluhan dalam rangka Operasi Bina Kusuma Lipu 2017, Rabu 12/10/17.

Kali ini Tim Ops Bina Kusuma Lipu menggelar kegiatan penyuluhan pencegahan gangguan Kamtibmas di Kantor Kecamatan Ganra Soppeng, yang dipimpin Kasubbag Humas Polres Soppeng Akp Muhajir.

Turut hadir Camat Ganra Muhammad Idrus S.Sos yang sekaligus membuka kegiatan, Kasat Reskrim Akp Ahmad Rosma selaku pemateri, Kapolsek Ganra Iptu Mansyur S.Sos, Bhabinkamtibmas, Toga, Tomas dan Toda, staf Kelurahan, Desa dan Staf Kecamatan.

Camat Ganra dalam sambutan mengungkapkan harapan agar peserta yang hadir bisa meneruskan, apa yang didapatkan kepada kerabat dan keluarga.

Mengawali sambutan Kasubbag Humas Polres Soppeng mengungkapkan bahwa, Ops bina kusuma lipu, bertujuan untuk mencegah gangguan Kamtibmas dengan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi terhadap pentingnya kemanan dan ketertiban.

Dalam penyampaian materi Kasubbag Humas menjelaskan bahwa target operasi ini adalah berkurangnya aksi aksi kejahatan jalanan, premanisme, narkotika, judi, miras dan geng motor, dengan cara meningkatkan partisipasi masyarakat dalam membantu Kepolisian dalam menjaga Kamtibmas.

Sementara Kasat Reskrim Polres Soppeng menyampaikan tentang perlunya kerja sama dan koordinasi antar stakeholder, dan seluruh lapisan masyarakat, terkait pencegahan Curnak, dan Curanmor.

Operasi ini diharapkan mampu menekan angka kriminalitas dan menciptakan suasana aman dan kondusif di Kabupaten Maros.

Coba kita perhatikan bagaimana jika kita hidup di lingkungan yang tidak aman. Misal, di sekitar kita banyak pemabuk. Malam hari penuh keributan dan keonaran atau mungkin yang lebih parah di sekitarnya terjadi peperangan, tentu hidup jadi tidak tenang. Maka syukurilah jika kita mendapat lingkungan yang penuh ketenangan dan masyarakatnya beradab.

Allah memerintahkan kepada kita beribadah kepada-Nya sebagai wujud nikmat aman yang dianugerahkan pada kita.

“Karena kebiasaan orang-orang Quraisy, (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas. Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka’bah). Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.” (QS. Al Quraisy: 1-4)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menyatakan bahwa rasa aman adalah suatu nikmat yang besar. Coba perhatikan hadits berikut.

Dari ’Ubaidillah bin  Mihshan  Al Anshary dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

“Barangsiapa di antara kalian mendapatkan rasa aman di rumahnya (pada diri, keluarga dan masyarakatnya), diberikan kesehatan badan, dan memiliki makanan pokok pada hari itu di rumahnya, maka seakan-akan dunia telah terkumpul pada dirinya.” (HR. Tirmidzi no. 2346, Ibnu Majah no. 4141. Abu ’Isa mengatakan bahwa hadits ini hasan ghorib).

Oleh karenanya nikmat ini jangan sampai diingkari. Allah Ta’ala berfirman,

“Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat” (QS. An Nahl: 112).

Gara-gara mengingkari nikmat, akhirnya datanglah musibah. Bentuk dari menginkari nikmat adalah dengan mendustakan ajaran Rasul.

“Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka seorang rasul dari mereka sendiri, tetapi mereka mendustakannya; karena itu mereka dimusnahkan azab dan mereka adalah orang-orang yang zalim.” (QS. An Nahl: 113).

Semoga kita menjadi hamba Allah yang bersyukur terutama saat kita mendapatkan rasa aman dan tentram dalam kehidupan kita.

Penulis : Rosdiana

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password