Kapolda Sulsel : Tidak Ada Niat Sedikitpun Polisi Menyakiti Masyarakat

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Kapolda Sulsel Irjen Pol Drs. Muktiono mengunjungi Arialdy, mahasiswa Unibos korban penembakan oleh oknum Polisi anggota Sabhara Polda Sulsel, di rumahnya Jl. Taqwa Maros, Kamis (12/10/17).

Kapolda Sulsel datang bersama Dir Sabhara Polda Sulsel, Dir Intel dan Kabid Humas Kombes Pol Dicky Sondani, dan disambut oleh Kajari Maros, orang tua beserta Keluarga besar Arialdy di rumahnya di Jalan Taqwa Maros

Di depan Arialdy dan Keluarga besarnya, Jenderal bintang dua tersebut menyatakan bahwa Polri sebenarnya dalam menjalankan tugasnya adalah untuk melindungi, melayani dan mengayomi masyarakat dan tidak ada sedikitpun niat untuk menyakiti masyarakat.

“Polri tidak ada niat menyakiti masyarakat justru tugas kami melayani masyarakat, dan melindungi,” kata Kapolda.

Kapolda juga menyampaikan maksud kedatangannya adalah untuk bersilaturrahmi dengan Arialdy dan keluarganya, dan beliau juga menegaskan bahwa kedatangannya bukan berarti menghentikan proses hukum oknum anggota yang melakukan penembakan.

“Kasus ini ada juga hikmahnya, karena kita bisa saling silaturrahmi, olehnya itu kita jaga terus silaturrahmi ini, apalagi daerah kita ini situasinya kondusif yang harus kita pelihara,” ungkap Kapolda.

Sementara itu Ayah Arialdy yang didampingi Kajari Maros, mengungkapkan terima kasih sebesar-besarnya atas Kedatangan Kapolda Sulsel di rumahnya.

“Ini kehotrmatan besar bagi keluarga kami mendapat kunjungan Kapolda Sulsel, karenanya itu, kami terima kasih atas atensi beliau dan jajarannya, dan mengenai persoalan langkah hukum, diserahkan sepenuhnya ke pihak Propam Polda Sulsel,” kata Ayah Arialdy yang juga seorang jaksa.

Diketahui awal mula tertembaknya Arialdy, mahasiswa Unibos, diawali aksi balap liar yang dilakukan oleh sejumlah pengendara motor, Kamis (05/10/17). Dengan laporan dari warga turunlah dua tim yang datang dari Shabara Polda untuk membubarkan aksi tersebut.

Pada awalnya, pihak kepolisian menggunakan pengeras suara. Kemudian memakai peluit dan pentungan. Tetapi para pelaku balapan liar ini tidak mengindahkannya.
Karena kalah jumlah, ditambah dengan lemparan batu serta busur yang dilakukan oknum pebalap liar tersebut, pihak kepolisian akhirnya mengeluarkan tembakan peringatan yang diarahkan ke atas dengan menggunakan peluru karet. Saat itu Polisi tidak mengetahui tentang adanya warga yang terkena tembakan.

Penulis : Taufik

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password