Bubarkan Pesta Miras, Polres Kepulauan Selayar Sita Dua Jerigen Ballo

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Upaya preventif dalam rangka mencegah terjadinya gangguan Kamtibmas dan kejahatan terus dilakukan personil Polres Kepulauan Selayar. Salah satunya adalah dengan menggiatkan Patroli di tempat -tempat yang sering terjadi gangguan Kamtibmas.

Seperti saat patroli regu III yang dipimpin Ka SPKT Ipda Laode M Jefry menemukan warga yang sedang melaksanakan pesta miras, di Balang Sembo Kelurahan Benteng Utara, Kecamatan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, Selasa (10/10/17).

Dalam patroli tersebut personil Polres Kepulauan Selayar mengamankan 2 jerigen berisi minuman keras jenis Ballo, serta mengamankan para pelaku kejahatan Mapolres Kepulauan Selayar untuk selanjutnya mendapatkan pembinaan.

Ka SPKT Ipda Laode M. Jefry mengungkapkan bahwa patroli tersebut pada dasarnya merupakan tugas rutin yang dijalankan berdasarkan arahan pimpinan di Polres Kepulauan Selayar dengan sasaran tempat-tempat rawan. Salah satunya adalah lokasi-lokasi miras.

“Miras memang merupakan sasaran kita, memang ini merupakan Tipiring namun kita lebih melihat dampak, dalam beberapa kejadian Tindak pidana yang lebih besar itu diawali dengan penyebab Miras ini,” jelas Laode.

Lebih lanjut Perwira jebolan Akademi Kepolisian Tahun 2017 Asal kota Kendari ini menjelaskan bahwa, Pelaku diamankan di Polres Kepulauan Selayar untuk mendapatkan pembinaan dan diproses sesuai dengan aturan yang ada. Selanjutnya ia berkomitmen akan tetap menggalakkan Patroli ke daerah -daerah rawan khususnya di sekitar Kota Benteng.

Saat ini para pelaku dan barang bukti sementara diamankan di Mapolres untuk mendapatkan pembinaan dan proses sesuai dengan aturan yang ada. Dari catatan Polres Kepulauan Selayar beberapa kasus khususnya penganiayaan, Pengancaman dan bahkan pembunuhan yang pernah terjadi diduga karena para pelaku mengkonsumsi miras.

Gencarnya Polres Kepulauan Selayar menggelar razia minuman keras karena dampak miras yang berbahaya. Berbahaya bagi individu, juga berbahaya bagi masyarakat. Bahkan dapat dikata, khamar (Miras) adalah biangnya kerusakan lainnya. Allah Ta’ala berfirman,

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah rijsun termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).” (QS. Al Ma-idah: 90-91)

Dalam ayat ini dari beberapa sisi kita dapat melihat keharaman khamar:

Khamar dalam ayat tersebut dikaitkan dengan penyembahan pada berhala.

  1. Allah menyebut rijsun (kotor).
  2. Khamar termasuk perbuatan setan. Setan pastilah datang dengan membawa kejelekan dan hal yang kotor.
  3. Kita diperintahkan untuk menjauhi khamar.
  4. Seseorang yang menjauhinya akan mendapatkan keberuntungan. Jika seseorang malah mendekati khamar, malah termasuk orang yang merugi.
  5. Khamar dapat menimbulkan permusuhan dan kebencian.
  6. Allah menutup dengan mengatakan, berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).

Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Allah melaknat khamar, orang yang meminumnya, orang yang menuangkannya,penjualnya, pembelinya, orang yang memerasnya, orang yang mengambil hasil perasannya, orang yang mengantarnya dan orang yang meminta diantarkan.” (HR. Abu Daud, no. 3674; Ibnu Majah no. 3380. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits tersebut shahih. Lihat Shahih At-Targhib wa At-Tarhib no. 2356)

Maksud khamar itu dilaknat oleh Allah, agar setiap orang menjauhi minuman haram tersebut. Bisa pula yang dimaksudkan dengan “Allah melaknat khamar” adalah melaknat memakan hasil upah dari penjualan khamar.  (‘Aun Al-Ma’bud, 10: 86)

Siksaan Akhirat bagi Pecandu Khamar

Pertama, pecandu khamar disamakan dengan para penyembah berhala.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Pecandu khamar seperti penyembah berhala.” (HR. Ibnu Majah, no. 3375. Syaikh Al-Albani menyatakan bahwa hadits ini hasan)

Dalam Hasyiyah As-Sindi ‘ala Ibni Majah (6: 357), disebutkan bahwa Allah Ta’ala akan mengumpulkan peminum khamar dengan penyembah berhala karena Allah menyebutkan mereka satu dalam ayat ‘innamal khamaru wal maysiru …’ (surat Al-Maidah ayat 90). Begitu pula shalat keduanya tidak diterima. Orang kafir kalaulah ia shalat, shalatnya tidak diterima. Sama halnya dengan peminum khamar.

Kedua, pecandu khamar diancam tidak masuk surga

Dari Abu Ad-Darda’, ia berkata dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

“Pecandu khamar tidak akan masuk surga.” (HR. Ibnu Majah, no. 3376. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Khamar itu biang kerusakan, hal ini memang benar adanya. Para pemabuk biasa membuat kerusakan. Mereka buat keonaran, buat kekacauan, saling bertengkar dan saling benci. Bahkan mabuk bisa jadi biang maksiat lainnya seperti zina, bahkan pembunuhan. Khamar memang biang kerusakan atau induk berbagai macam kejahatan.

Penulis : Sumarwan

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password