Spesialis Pelaku Curas Diringkus Tim Opsnal Polsek Tamalanrea Dikediamannya

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Anggota Opsnal Polsek Tamalanrea mengamankan seorang lelaki di jalan Perintis Kemerdekaan Makassar yang diduga sebagai pelaku curas (Pencurian dengan kekerasan), Senin (9/10/17).

Berdasarkan dari hasil penyelidikan dan informasi anggota Opsnal mencurigai sebuah rumah di jalan Perintis Kemerdekaan Km 16 tepatnya di jalan Bonto ramba Makassar pada saat anggota  berada di lokasi kemudian menghubungi HP milik korban yang hilang dan Handphone tersebut langsung berdering di dalam sebuah kamar yang diduga milik pelaku.

Tanpa perlawanan pelaku yang berinisial AR (26) warga jalan Bonto ramba langsung di tangkap dan dilakukan penggeledahan dari hasil penggeledahan dan pengecekan no Ime HP benar Handphone tersebut milik korban.

Kasubbag Humas Polrestabes Makassar Kompol Burhanuddin mengatakan berawal  pelaku menyuruh korban untuk membeli minuman, pada saat korban membeli minuman pelaku kemudian membawa lari sepeda motor.

Lanjut Kasubbag Humas Motor yang pelaku curi  merk Honda Beat dengan No Pol DD 5769 XG warna merah  beserta tas ransel yang berisi HP dan barang  – barang berharga milik korban, Sepeda motor tersebut sudah dijual di Kabupaten Bulukumba kepada lelaki ARI seharga RP 2.500.000.

Pada saat dilakukan pencarian barang bukti di temukan beberapa barang bukti hasil curian berupa HP merk Samsung  1 buah, Hp merk Blackberry 2 buah, Hp merk Mito 4 buah, Hp merk smarfreen 3 buah, Hp merk cross 6 buah, Hp merk oppo 1 buah, Hp merk nokia 4 buah, Hp berbagai merk cina 12 buah sedangkan sepeda motor jenis Honda Beat warna merah masih dalam pengembangan.

Selanjutnya pelaku beserta barang bukti yang disita di bawah ke Polsek Tamalanrea guna penyidikan lebih lanjut.

Banyaknya kasus pencurian rata-rata didominasi karena motif ekonomi. Ini adalah biang keladi dan dianggap sebagai motif yang utama seseorang melakukan tindak kejahatan pencurian baik curas (pencurian dengan tindak kekerasan) maupun pencurian dalam bentuk yang lain.

Orang mencuri karena ingin mempertahankan hidupnya. Mencuri untuk makan. Barang hasil curiannya kemudian dijual kepada pihak lain (penadah-red), dan uang hasil penjualan barang curiannya itu digunakan untuk keperluan hidup dirinya maupun anggota keluarganya.

Mungkin saja motif Ekonomi, ini sekilas masuk akal. Orang akan mati jika tidak makan. Dan salah satu cara untuk bisa makan adalah dengan mencuri. Dari hasil curiannya itulah akan dijual, dan uangnya digunakan untuk membeli makanan kepada anak istri dan anggota keluarganya.

Maksudnya baik, hanya saja caranya tidak baik. Mencuri adalah perbuatan melawan hukum (against the law-red) dan si pelaku harus diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Haruskah kita maklumi orang yang mencuri karena untuk menyambung hidupnya atau mencuri untuk makan sehari hari? Apapun alasannya, mencuri itu tetap tidak bisa dibenarkan dan melanggar ketentuan Undang-Undang Hukum Pidana, dimana pelakunya akan dihukum sesuai perlakuannya.

Penulis : Sumarwan

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password