Razia Kafe, Gabungan Polres Bulukumba Amankan Ratusan Obat Daftar G

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Sebanyak 574 butir obat daftar G jenis Tramadol berhasil diamankan personil gabungan Polres Bulukumba dari seorang laki-laki berinisial AT (25) di Kafe Rangga Sela Desa Bira, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, Minggu (08/10/17) dini hari.

Pengungkapan kasus ini berawal pada saat personil gabungan Polres Bulukumba melaksanakan giat cipta kondisi di kawasan Tanjung Bira.

Personil gabungan ini terdiri dari Sat Resnarkoba, Satreskrim dan personil Polsek Bonto Bahari yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Bonto Bahari Akp Umar Siatta beserta Kasat Resnarkoba Akp Rujianto Dwi Poernomo beserta Kasat Reskrim Iptu Deki Marisaldi dan KBO Satresnarkoba Ipda Asbudi Tonis.

Saat Personil melakukan penggeledahan di Kafe Rangga terhadap kamar yang dihuni AT (25) ditemukan barang bukti berupa 1 (satu) sachet besar yang berisi obat daftar G jenis tramadol sebanyak 574 butir.

Artikel, Razia Kafe, Gabungan Polres Bulukumba Amankan Ratusan Obat Daftar G1

Kini pelaku beserta barang bukti tersebut sudah diamankan di Mapolres Bulukumba guna penyelidikan lanjut.

Tramadol adalah salah satu obat jenis obat pereda sakit yang keras, digunakan untuk menangani rasa sakit tingkat sedang hingga berat, misalnya rasa nyeri setelah operasi.

Tramadol mempengaruhi reaksi kimia di otak dan sistem saraf yang pada akhirnya mengurangi sensasi rasa sakit. Mengkonsumsi obat daftar G tanpa resep dokter memiliki efek yang buruk bagi tubuh sehingga mengakibatkan penggunanya mengalami kelumpuhan saraf.

Obat daftar ‘G’ disebut juga dengan golongan obat keras. Karena obat ini penggunaannya harus membutuhkan pengawasan, sehingga obat bergolongan ‘G’ ini selalu ditulis dengan resep dokter.  Obat bergolongan ‘G’ dengan bentuk lingkaran berwarna merah bergaris tepi hitam dan tulisan huruf ‘K’.

Meski termasuk dalam kategori obat keras, namun obat bergolongan ‘G’ tak melulu berada pada jenis narkoba atau psikotropika. Beberapa golongan antibiotik (penghilang rasa nyeri), seperti asam mefenamat atau ponstan untuk menghilangkan sakit gigi. Golongan obat batuk, seperti ambroksol. Obat oles, seperti antibiotik luka.

Tramadol sendiri tersedia dalam berbagai merek dan dapat digunakan dalam bentuk tablet, kapsul, serta obat larut. Jenis obat ini juga ada yang bereaksi cepat dan lambat. Penggunaannya harus sesuai dengan resep dokter.

Pengedar obat keras jenis G tanpa izin akan dijerat Pasal 197 dan Pasal 196 UU RI No. 36/2009 tentang Kesehatan.

Kasus penyalahgunaan narkoba meningkat dengan cepat di Indonesia, meskipun pemerintah dan masyarakat telah melakukan berbagai upaya. Penyalahgunaan narkoba memang sulit diberantas. Yang dapat dilakukan adalah mencegah dan mengendalikan agar masalahnya tidak meluas.

Sehingga merugikan masa depan bangsa, karena merosotnya kualitas sumber daya manusia terutama generasi mudanya. Penyalahgunaan narkoba berkaitan erat dengan peredaran gelap sebagai bagian dari dunia kejahatan internasional. Mafia perdagangan gelap memasok narkoba, agar orang memiliki ketergantungan, sehingga jumlah suplai meningkat.

Narkoba atau napza adalah obat/bahan/zat, yang bukan tergolong makanan. Jika diminum, diisap, dihirup, ditelan, atau disuntikam, berpengaruh terutama pada kerja otak (susunan saraf pusat) dan sering menyebabkan kertergantungan. Akibatnya, kerja otak berubah (meningkat atau menurun). Demikian pula dengan fungsi vital organ tubuh lain (jantung, peredaran darah, pernapasan, dan lain-lain).

Penulis : Abu Uwais

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password