Polsek Kuala Behe Hadiri Clossing Program Kampanye Gizi Nasional (Stanting) Oleh Konsorsium IMA

Tribratanews.polri.go.id. Polda kalbar-polres landak. Dalam rangka mempersiapkan generasi yang cerdas berpikir dan postur tubuh yang proporsional, Konsorsium IMA (Interchurch Medical Asosiation) sejak tahun 2016 melakukan program kampanye gizi nasional (Stanting) di wilayah kecamatan kuala behe kabupaten Landak dan akan mengakhiri masa tugasnya, setelah sekitar 18 bulan bekerja di kecamatan kuala behe dengan melakukan Closing program stanting di rumah radangk Kec Kuala Behe, Kamis (5/10).

Stanting sebagaimana yang di jelaskan oleh konsorsium IMA saudari ASIH ialah suatu kondisi perkembangan anak pertumbuhan postur tubuhnya relatif pendek/kerdil dari ideal umurnya sebagaimana layaknya anak yang sehat dan cukup gizi (pertumbuhan badan tidak proporsional) dan tingkat kecerdasannya relatif sangat kurang serta bahkan cenderung idiot.

Stanting itu sendiri dapat terjadi oleh karena disebabkan oleh pola makan yang tidak cukup gizi dan faktor kebersihan dilingkungan tempat tinggalnya, seperti contoh sebagian warga belum memilikinya Jamban (wc) hingga ketika buang besar ditempat-tempat yg tidak beraturan serta masih banyaknya warga yang memelihara ternak khususnya babi dengan cara dibiarkan bebas lepas (tidak di kandangkan), sehingga kotorannya dimana-dimana.

Pada acara closing program kampanye gizi nasional (stanting) yang berlangsung dari jam 10.00 wib sampai dengan jam 13.00 wib, di hadiri oleh Kapolsek kuala behe IPDA Supardi dan pada kesempatan tersebut memberikan kata sambutan serta memberikan dukungan penuh atas terselenggaranya kegiatan tersebut, karena dengan adanya konsorsium IMA tersebut dapat membantu memberikan pencerahan bahwa memelihara ternak khususnya babi membuat lingkungan tempat tinggal menjadi tidak bersih yang dapat menimbulkan penyakit Stanting (kerdil) dan tidak baik untuk perkembangan otak, maka diharapkan dengan dilakukan penyuluhan dan himbauan-himbauan oleh konsorsium IMA, masyarakat kecamatan kuala behe dapat dengan sadar untuk mengandangkan jika beternak khususnya babi, jelas Supardi.

“Dan dimohon kepada Kepala desa yang hadir untuk dapat kiranya mewaspadai bencana banjir dan tanah longsor mengingat akhir-akhir ini curah hujan cukup tinggi khususnya di kecamatan kuala behe dan jika terjadi bencana banjir atau tanah longsor di harapkan para kepala desa untuk dapat segera melaporkan serta mengkoordinasikan dengan Bhabinkamtibmasnya masing-masing desa dan juga ke muspika kecamatan Kuala Behe guna menentukan langkah-langkah penanganannya untuk menghindari jatuhnya korban jiwa dan harta benda,” imbuh Supardi.

Penulis : Supardi
Editor : Alfian Numas
Publish : Cucu Safiyudin

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password