Polrestabes Makassar Rilis Pengungkapan Dua Kasus Narkoba

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Wakapolrestabes Makassar AKBP C.F Hotman Sirait didampingi Kasat Narkoba Kompol Diari Astetika merilis dua pengungkapan kasus oleh Satnarkoba Polrestabes Makassar, Jumat (6/10/17).

Dihadapan wartawan Wakapolrestabes Makassar menjelaskan Tim Elang Polrestabes Makassar menangkap dua mahasiswa AID alias Eril  (21) dan AAS alias Arwal (21) yang tertangkap tangan membawa ganja yang masih terbungkus dengan bungkusan paket baju yang baru saja diambil di salah satu tempat pengiriman barang.

“Kedua pelaku  dijerat dengan pasal 114 ayat (1) dan 111 ayat (1) dan Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkoba,” ucapnya.

Dia menambahkan ditempat lain Tim Hiu mengamankan seorang Ibu rumah tangga SR (49) bersama 410 butir obat dengan masing-masing jenis PCC  350 butir, HCI 85 biji yang siap ditransaksikan.

“Penangkapan ini merupakan hasil lidik anggota Sat Narkoba Polrestabes Makassar tentang fenomena PCC yang merebak di Kota Makassar,” terang Hotman.

Upaya mengungkap kasus peredaran narkoba, serta melakukan penangkapan terhadap para tersangka narkoba yang dilakukan oleh jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Soppeng merupakan upaya Polri dalam menindak tegas siapapun yang terlibat terhadap penguasaan barang haram tersebut. Upaya Polri mencegah peredaran narkoba ditempuh dengan upaya Pre-emtif dan Pre-ventif.

Menurut M. Kemal Darmawan dalam bukunya yang berjudul “Strategi Kepolisian Dalam Pencegahan Kejahatan”, definisi dari Pre-emtif adalah kebijakan yang melihat akar masalah utama penyebab terjadinya kejahatan melalui pendekatan sosial, pendekatan situasional dan pendekatan kemasyarakatan untuk menghilangkan unsur potensi gangguan (faktor korelatif kriminogen).

Preventif sebagai upaya pencegahan atas timbulnya ambang gangguan (police hazard), agar tidak berlanjut menjadi gangguan nyata/ancaman faktual (crime). Sehingga dalam hal ini dapat didefenisikan bahwa tindakan Preemtif (Pembinaan) merupakan salah satu upaya yang dilakukan Polri untuk menanggulangi dan memberantas penyalahgunaan narkoba.

Tindakan Polri ini dilakukan dengan melihat akar masalah penyebab terjadinya penyalahgunaan narkoba dengan melalui pendekatan sosial, situasional dan kemasyarakatan untuk menghilangkan unsur potensi gangguan.

Tindakan preemtif yang dilakukan Polri dalam menanggulangi penyalahgunaan narkoba yaitu dengan melakukan pembinaan kepada masyarakat dengan cara sosialisasi, penyuluhan dan audiensi tentang bahaya dan dampak dari penyalahgunaan narkoba. Hal ini untuk antisipasi dan pencegahan dini melalui kegiatan-kegiatan edukatif dengan tujuan menghilangkan potensi penyalahgunaan narkoba (faktor peluang) dan pendorong terkontaminasinya seseorang menjadi pengguna.

Preventif (Pencegahan) Anggota-anggota Kepolisian diterjunkan langsung ke wilayah-wilayah yang mencurigakan dijadikan tempat penampungan, penyimpanan, dan peredaran narkotika. Polisi juga mengadakan razia untuk keperluan penyelidikan dan penyidikan bahkan penangkapan terhadap orang-orang yang diduga menyalahgunakan narkotika. Razia ini bisanya dilakukan ditempat hiburan malam dan juga tempat-tempat yang informasinya didapatkan dari masyarakat.

Selain itu dalam rangka meminimimalisir peredaran narkoba, Polri bekerjasama dengan instansi dan lembaga terkait, lembaga swadaya masyarakat, perkumpulan, ormas dan lain-lain.

Penulis : Taufik

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password