Ungkap Motif Pembakaran Al-Qur’an, Polsek Ternate Selatan Butuh Keterangan Ahli

Tribratanews.polri.go.id – Polda Maluku Utara, Kepolisian Sektor (Polsek) Ternate Selatan akhirnya berhasil mengamankan dua Terduga tersangka yang diduga melakukan pembakaran terhadap Al-Qur’an. Kedua terduga yang diamankan tersebut, yakni Risman dan Rasmin yang berdomisili di lingkungan Kalumata Kelurahan Kalumata Kecamatan Kota Ternate Selatan itu, merupakan tindak lanjut setelah polres Ternate selatan menerima laporan dari salah satu saksi.

Kapolsek Ternate Selatan, AKP Mashyur Ade mengatakan, Kronologi sesuai dengan pengakuan dari korban pengeroyokan bahwa, pada saat dia tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dia melihat dua terduga tersangka itu seperti kerasukan dan berteriak untuk memanggil Sultan Ternate agar mengangkat mereka berdua sebagai Sultan.

Selain berteriak, lanjut pengakuan korban yang diteruskan Kapolsek, para terduga tersangka ini juga melakukan semacam ritual dengan dilengkapi sebuah mangkok yang berisi air dan membaca mantera-mantera. Kemudian mangkok tersebut di pecahkan, dan pecahan itu dikumpulkan di atas kain putih untuk dibakar bersama Al-Qur’an.

Menurut AKP Mahsyur, pihaknya belum bisa memastikan apakah ketiga terduga tersangka ini memiliki gangguan jiwa ataukah telah kerasukan mahluk halus, sebab saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan pada saksi-saksi.

Selain memintai keterangan dari para saksi yang ada, Polsek Ternate Selatan juga akan meminta keterangan saksi ahli kejiwaan untuk memastikan apakah yang kedua terduga tersangka ini benar-benar gangguan jiwa, sebab dalam pemeriksaan, kedua Terduga ini masih terlihat seperti orang yang gangguan jiwa.

“Waktu kita tanya saja mereka seperti orang yang sedang gangguan jiwa, sebab jawaban mereka tidak sesuai dengan pertanyaan yang kita sampaikan, makanya kita harus mintai keterangan saksi ahli kejiwaan lagi,” ucapnya.

Untuk membahas permasalahan ini, lanjut Kapolsek, pihaknya juga telah mengundang Lurah, tokoh agama, masyarakat, Danramil maupun Babinsa, Bhabinkatibmas serta RT setempat untuk mengklarifikasi masalah ini bahwa masalah ini bukan unsur kesengajaan dan bukan satu perbuatan yang menista agama.

Sesuai keterangan dari RT, pada pertemuan yang dilakukan itu, kedua terduga tersangka ini memang masih berstatus Mahasiswa di Aikom, dan beberapa bulan terakhir kemarin mereka bekerja sebagai  kuli bangunan di Galela Kabupaten Halmahera Utara (Halut), sekembalinya dari Galela, di malam harinya mereka sering teriak-teriak.

“Teriak begitu pak RT memikirkan mugkin ada sakit atau apa, makanya beliau tidak perduli, Makanya setelah kejadian itu, baru mereka bilang bahwa mungkin dengan teriak-teriak itu antara kemasukan mahluk gaib, yang pasti setelah kembali bekerja dari galela kelakuan mereka sudah mulai berubah,” tutur Kapolsek.

Untuk itu, Kapolsek mengaku saat ini dirinya belum bisa menerapkan pasal terhadap kedua terduga tersangka tersebut, sebab penyidik belum memintai keterangan dari saksi-saksi.

“Saya berharap kepada masyarakat agar tidak mudah percaya dengan adanya informasi yang berkembang dari orang yang tidak bertanggung jawab yang ingin membuat kegaduhan di lingkungan kita, Biarkan kita melakukan proses hukum sebagaimana dengan undang-undang yang berlaku, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan,” cetusnya.

Penulis             : Mandala

Editor              : Alfian Nur

Publish            : Mandala

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password