Antisipasi Peredaran Pil PCC, Polres Parepare Razia Apotek

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Untuk mengantisipasi penyebaran obat-obat keras jenis pil PCC (Paracetamol, Caffeine, Carisoprodol), Tramadhol dan Somadril di wilayah Parepare, Satuan  Narkoba Polres Parepare melakukan razia  disejumlah Apotek yang ada diwilayah Kota Parepare, Kamis (05/10/17).

Pengecekan ini dipimpin langsung oleh Kasat Narkoba AKP Zaki Sungkar bersama dengan kepala pengawasan apotek Kota Parepare Suhiddin anggota Dinas Kesehatan Kota Parepare serta anggota Reserse Narkoba Polres Parepare.

Dalam pengecekan yang dilakukan dibeberapa  Apotek tersebut, tidak ditemukan obat-obat keras jenis pil PCC, Tramadhol dan Somadril di apotek manapun, namun demikian kasat narkoba menghimbau kepada pemilik serta penjaga apotek agar tidak melayani pembeli tanpa resep dokter yang jelas.

Ia menghimbau kepada tokoh masyarakat, tokoh agama dan pendidik untuk bisa bekerjasama ikut mencegah beredarnya obat-abatan tersebut dan kepada orang tua untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya.

“Jangan sampai menggunakan obat keras jenis pil PCC, Tramadhol dan Somadril,” ucap Zaki Sungkar.

Perlu diketahui PCC adalah campuran obat yang terdiri atas paracetamol, caffeine, dan carisoprodol. PCC bekerja menghambat sinyal nyeri dari tulang belakang dan otak.

Campuran paracetamol dan caffeine telah banyak diketahui dan diperjualbelikan secara bebas untuk meredakan nyeri. Keduanya tidak berpotensi menimbulkan bahaya yang serius, atau tidak termasuk dalam kategori obat keras.

Sedangkan carisoprodol merupakan muscle relaxant yang digunakan untuk meredakan rasa tidak nyaman akibat nyeri akut muskuloskeletal pada orang dewasa. Obat ini tidak boleh digunakan dalam jangka waktu yang lama. Biasanya dokter hanya menyarankan dua hingga tiga minggu pemakaian.

Pil PCC termasuk obat keras yang tidak diperjualbelikan secara bebas. Artinya, Anda memerlukan izin serta resep dokter. Lantas, apa bahayanya bila pil PCC digunakan secara tidak tepat?

1.Efek sedatif

Obat ini memiliki efek sedatif atau menenangkan yang cukup kuat, sehingga dapat membahayakan aktivitas –misalnya saat mengemudikan kendaraan.

Efek sedatif pada carisoprodol yang terdapat pada pil PCC ini bisa membuat Anda ketagihan. Itulah sebabnya mengapa penggunaan obat ini membutuhkan pengawasan ketat oleh dokter.

2.Overdosis

Carisoprodol banyak disalahgunakan untuk drug abuse, kejahatan, dan hal lainnya. Penyalahgunaan carisoprodol menimbulkan risiko overdosis yang dapat menyebabkan hipotensi, kejang, halusinasi, gangguan kesadaran atau koma, depresi nafas dan sistem saraf pusat, serta kematian.

Terkait kasus yang kini tengah ramai dibicarakan, Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebutkan bahwa rata-rata korban mengonsumsi pil PCC yang dicampur dengan minuman keras oplosan.

Padahal, mereka yang mengonsumsi pil PCC dilarang keras untuk minum minuman beralkohol atau konsumsi obat penekan sistem saraf pusat lainnya. Sebab hal tersebut dapat meningkatkan efek samping dari pil PCC hingga menyebabkan kematian.

Penulis : Harmeno

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password