Kunjungi Polda Sulsel, Badan Legislasi DPR RI Minta Saran Penyempurnaan UU Narkoba

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Kapolda Sulsel Irjen Pol Drs. Muktiono menerima kunjungan  kerja Badan Legislasi DPR RI dalam rangka pemantauan dan peninjauan UU No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika,  di Mapolda Sulsel, Makassar, Rabu (04/10/17).

Kedatangan Badan Legislasi DPR RI dipimpin oleh ketua tim Arif Wibowo dan  didampingi 13 anggota Baleg DRR RI diantaranya Irmadi Lubis, Ketut Setiawan, Drs. Marlinda Irwanti, H. Andi Rio Idris Padjalangi, Aryo P.S. Djoyohadikusumo, Drs. Bahrum Daido, DR. Ir. H. Andi Yuliani Paris, Drs. Syaful Bahri, Drs. Martri Agoeng, Dr. Amrul Tamim, Drg. HJ.Yayuk Sri Rahayu Ningsih dan Dr. Rufinus Hotmaulana.

Pada acara tatap muka dengan  badan legislasi DPR RI tersebut turut dihadiri Asisten Gubernur Bidang Ekonomi pembangunan, Wakapolda Sulsel, Ketua BNNP Sulsel, pejabat mewakili forkopimda,  para pejabat utama Polda Sulsel dan kalangan mahasiswa.

Dalam sambutannya Kapolda Sulsel menyampaikan kejahatan narkoba sangat massiv, bahkan menurut Presiden RI negara saat ini dalam keadaan darurat narkoba, oleh sebab itu Polda Sulsel siap bekerja keras untuk tetap memberantas peredaran narkoba di Sulsel.

“Bahkan Polda Sulsel siap menindak keras anggota Polda Sulsel bila ada personil Polri yang terlibat, Polda Sulsel dan TNI bersama BNNP terus bersinergi dan bertekad berantas Narkoba di Sulsel.  Selain itu Kapolda Sulsel juga mengusulkan adanya  edukasi narkoba menjadi kewajiban di sekolah-sekolah,” ucapnya.

Ketua Tim Kunker Badan Legislasi DPR RI Arif Wibowo menjelaskan tujuan Kunker Badan Legislasi DPR RI untuk menjaring aspirasi dan usulan di daerah dalam rangka penyempurnaan UU No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Menurut Arif, hal tersebut dilakukan karena efektifitas UU No.35 tahun 2009 tidak mampu menekan angka penyalahgunaan narkoba selama ini, bahkan sejak diterbitkan tahunnya 2009, angka beredarnya narkoba di Indonesia makin meningkat.

“Jadi kedatangan kami, untuk mndengarkan masukan, dalam menyempurnakan UU no.35 tahun 2009, nantinya masukan tersebut kami akan susun dan mengajukan ke Prolegnas 2018,” kata Politisi PDIP tersebut.

Dalam dialog dengan tim kunker beberapa persoalan mengemuka menyangkut penyempurnaan UU No. 35 tahun 2009 tentang narkotika, yang dipertanyakan berbagai kalangan, antara lain mahasiswa, pengacara, Dirnarkoba, petugas Lapas, dan Kepala BNNP. Penyitaan barang bukti, memasukkan pelajaran Narkoba ke Kurikulum Sekolah, Pelibatan TNI hingga pencucian uang.

“Di Makassar ini iya biasa, banyak sekali masukan dan usulan, terkait ini semua masukan tersebut akan kami bahan evaluasi  untuk kami bawa ke Prolegnas 2019,” tutup Arif.

Penulis : Taufik

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password