Kurang dari 6 Jam, Pelaku Pembunuhan di Jl. Datuk Patimang Makassar Diringkus Polisi

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Wakapolrestabes Makassar Akbp C.F Hotman Sirait menggelar press release terkait pengungkapan kasus pembunuhan salah satu warga kecamatan Tallo Makassar, Selasa (03/10/17).

Wakapolrestabes Makassar didampingi oleh Kabag Ops Polrestabes Makassar Kompol Dwi Bahtiar Rivai, Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Anwar Hasan dan Kapolsek Tallo Kompol Amrin AT mengungkapkan korbannya adalah AS (20) warga Jl. Barrang Caddi.

“Adapun tersangkanya berinisial IW (19) dan SY (22) ditangkap di Jl. Datuk Patima oleh Satreskrim Polrestabes Makassar bersama Polsek Tallo Polrestabes Makassar hanya dalam waktu 6 jam,” ucap Hotman Sirait.

Dari keterangan saksi MA (17) yang merupakan sepupu korban menceritakan bahwa saat itu dirinya bersama korban sedang duduk diatas motor menunggu salah satu rekannya untuk mengambil flashdisk di Jl. Datuk Patimang.

Sekira pukul 19.30 Wita, dua orang pemuda (Pelaku) dengan menggunakan sepeda motor merk Yamaha Fino berhenti di depannya, satu pelaku berada diatas motor dan satu lagi bertanya kepada korban.

Tiba-tiba saja salah satu pelaku berinisial SY (22) mengeluarkan badik dari pinggang kemudian mengancam MA (17), karena korban AS (20) tidak sempat berdiri pelaku kemudian menusuk korban kearah uluh hati sebanyak satu kali hingga korban tersungkur dan kedua pelaku pun melarikan diri.

Warga yang melihat korban tergeletak dipinggir jalan langsung melarikan korban ke Rumah Sakit Ujung Pandang lalu dirujuk ke Rumah Sakit Wahidin dan meninggal di Rumah Sakit Wahidin sekitar pukul 21.00 Wita.

Dari hasil pengembangan olah TKP dan Pra Rekon yang dilakukan sekitar pukul 23.00 Wita serta mengumpulkan keterangan saksi, setelah merasa cukup bukti sekira pukul 07.00 Wita aparat Polrestabes Makassar dipimpin Akbp Anwar Hasan melakukan penangkapan terhadap pelaku IW (19) dirumahnya di Samata Gowa dengan barang bukti sepeda motor yang digunakan saat beraksi.

Sejam kemudian pelaku lainnya SY (22) berhasil diamankan di Jl. Mappaodang Makassar. Dalam proses penangkapan kedua pelaku mencoba untuk melawan petugas dan melarikan diri, sehingga petugas melakukan tindakan tegas dengan melumpuhkan kedua kaki pelaku tepatnya pada bagian betis.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar Akbp Anwar Hasan mengatakan pelaku utama adalah SY (22) dijerat dengan pasal 365 ayat 3 dan pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 sampai 20 tahun penjara dan pelaku IW (19) yang turut membantu dijerat dengan pasal 56 ayat 1 KUHP.

Dari sisi psikologis hingga kenapa orang begitu berani mengahabisi nyawa korbannya yakni diurutan pertama adanya pribadi yang terlalu obsesif , pada kondisi ini boleh dibilang biasanya dialami oleh orang-orang yang belum dewasa dan butuh perhatian lebih. Sehingga ketika mereka kehilangan rasa cinta dan kasih sayang, maka dalam pikirannya kekerasan adalah jalan terakhir untuk menyudahi semuanya.

Mereka yang terlalu Agresif juga sangat berisiko melakukan tindakan kekerasan juga pembunuhan. Seolah-olah tak ada rasa takut dalam diri mereka. Orang dengan sifat agresif cenderung spontan dan berani. Orang-orang tipe ini mudah terpancing dalam kemarahan, sehingga tak segan untuk melakukan tindakan kekerasan pada orang lain.

Orang yang tertutup juga berbahaya. Orang dengan tipe tertutup boleh dibilang jarang berinteraksi dengan orang lain, sehingga ketika mereka kesal akan sesuatu hanya akan dipendam seorang diri. Bahayanya kemarahan yang menumpuk bisa saja meledak ketika masalah besar yang dia hadapi sudah menemui jalan buntu. Kadang kondisi demikian memaksa orang untuk berbuat kekerasan pada orang lain.

Menjadi pendendam, juga dapat memunculkan berbagai persoalan baru dikemudian hari. Ketika dia merasa disakiti maka dia dapat membalas rasa sakit hai itu dengan sesuatu yang lebih kejam dari apa yang dia alami.

Rasa Trauma yang mendalam juga dapat menyebabkan terjadi tindak kekerasan dan pembunuhan. Pengalaman-pengalam buruk dimasa lampau membuat seseorang berusaha melindungi dirinya sendiri dari hal-hal buruk yang dia anggap dapat hadir kembali di kehidupannya.

Itulah beberapa kondisi psikososial yang sangat mungkin mempengaruhi seseorang hingga akhirnya tega membunuh orang lain di sekitar mereka. Tentunya masih banyak motif pembunuhan lain. Bahkan motif politik, SARA, faktor ekonomi pun bisa menjadi faktor tindak kekerasan hingga pembunuhan, belum juga termasuk berbagai persoalam kehidupan yang bisa menjadi pemicu begitu entengnya orang tanpa rasa takut untuk membunuh sesamanya.

Penulis : Rosdiana

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password