Sambangi Rutan, Polres Soppeng Berikan Pembinaan kepada Narapidana tentang Judi dan Premanisme

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Ops Bina Kusuma Lipu 2017 Polres Soppeng terus dilaksanakan, kali ini kegiatan dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Soppeng Kompol Sengkaru tajang, Selasa (3/10/17).

Didampingi Kasubbag Humas Polres Soppeng Akp Muhajir bersama anggota, Tim pembinaan dan penyuluhan Operasi bina kusuma lipu menggelar kegiatan di Lembaga pemasyarakatan / Rutan kelas II B Kab. Soppeng di Jl. Pengayoman Kec. Lalabata.

Usai menggelar silaturahmi dan koordinasi dengan Karutan dan Staf, Kabag Ops selanjutnya memberikan materi kepada penghuni Rutan Soppeng.

Di hadapan para Narapidana, Kabag Ops Polres Soppeng menyampaikan materi pembinaan terkait judi dan premanisme, dengan harapan para Narapidana yang menjalani pembinaan di Rutan, menjadi masyarakat patuh hukum seusai menjalani hukuman.

Operasi Bina Kusuma Lipu ini bertujuan untuk menciptakan rasa aman ditengah-tengah masyarakat, coba lihat bagaimana jika kita hidup di lingkungan yang tidak aman, misal di sekitar kita banyak pemabuk, malam hari penuh keributan dan keonaran atau mungkin yang lebih parah di sekitarnya terjadi peperangan, tentu hidup jadi tidak tenang. Maka syukurilah jika kita mendapat lingkungan yang penuh ketenangan dan masyarakatnya beradab.

Allah memerintahkan kepada kita beribadah kepada-Nya sebagai wujud nikmat aman yang dianugerahkan pada kita.

“Karena kebiasaan orang-orang Quraisy, (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas. Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka’bah). Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.” (QS. Al Quraisy: 1-4)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menyatakan bahwa rasa aman adalah suatu nikmat yang besar. Coba perhatikan hadits berikut.

Dari ’Ubaidillah bin  Mihshan  Al Anshary dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

“Barangsiapa di antara kalian mendapatkan rasa aman di rumahnya (pada diri, keluarga dan masyarakatnya), diberikan kesehatan badan, dan memiliki makanan pokok pada hari itu di rumahnya, maka seakan-akan dunia telah terkumpul pada dirinya.” (HR. Tirmidzi no. 2346, Ibnu Majah no. 4141. Abu ’Isa mengatakan bahwa hadits ini hasan ghorib).

Oleh karenanya nikmat ini jangan sampai diingkari. Allah Ta’ala berfirman,

“Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat” (QS. An Nahl: 112).

Gara-gara mengingkari nikmat, akhirnya datanglah musibah. Bentuk dari menginkari nikmat adalah dengan mendustakan ajaran Rasul.

“Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka seorang rasul dari mereka sendiri, tetapi mereka mendustakannya; karena itu mereka dimusnahkan azab dan mereka adalah orang-orang yang zalim.” (QS. An Nahl: 113).

Semoga kita menjadi hamba Allah yang bersyukur terutama saat kita mendapatkan rasa aman dan tentram dalam kehidupan kita.

Penulis : Taufik

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password