Peringati Hari Batik Nasional 2017, Polda Sulut Tanam Terumbu Karang di Taman Lalu Lintas Bawah Air

Tribratanews.polri.go.id, Polda Sulawesi Utara – Hari Batik Nasional Tahun 2017, Senin (02/10), diperingati secara unik namun penuh makna oleh keluarga besar Polda Sulawesi Utara (Sulut), yakni dengan melakukan transplantasi terumbu karang di Taman Lalu Lintas Bawah Air, yang berlokasi di sekitar perairan Malalayang, Kota Manado.

Transplantasi terumbu karang tersebut, dilakukan oleh para penyelam profesional dari KDC (Klabat Divers Crew), yang merupakan gabungan para penyelam dari personel Polda Sulut dan jajaran, Polisi Wanita (Polwan), Bhayangkari Daerah Sulut serta komunitas Papa Mama Rock ‘n Roll.

Saat penyelaman, yang dipimpin langsung oleh Kapolda Sulut, Irjen Pol Drs. Bambang Waskito dan Ketua Pengurus Daerah Bhayangkari Sulut, Ny. Ruthy Bambang Waskito, seluruh penyelam mengenakan pakaian selam yang dikombinasikan dengan batik. Nama KDC sendiri, kata Ny. Ruthy, terilhami dari call sign Kapolda Sulut, yakni Klabat-1.

“Transplantasi terumbu karang ini, untuk menunjang kelangsungan hidup ekosistem laut,” ujar Ny. Ruthy, sesaat usai menyelam. Ditambahkannya, kegiatan ini sekaligus dalam rangka menyambut HKGB (Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari) ke-65 tahun 2017.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Selain untuk menjaga lingkungan, lanjut Ny. Ruthy, penyelaman ini juga untuk melestarikan batik sebagai warisan budaya adiluhung bangsa Indonesia, yang telah diakui oleh UNESCO sejak 2 Oktober 2009. “Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan melestarikannya,” ucapnya sambil tersenyum bangga.

Selain transplantasi terumbu karang, KDC juga turut membersihkan sampah-sampah di laut. Tidak hanya di perairan Malalayang, namun juga di perairan Kepulauan Talaud, yang telah dilakukan beberapa waktu sebelumnya.

Diketahui, Taman Lalu Lintas Bawah Air adalah ide kreatif dari Kapolda Sulut. Pencanangan taman lalu lintas tersebut, dilakukan bersamaan dengan Gerakan Bersih-bersih Bunaken dan Pantai Manado, yang merupakan program dari Pemerintah Kota (Pemkot) Manado, Sabtu (30/09), di kawasan pantai Malalayang.

Taman lalu lintas bawah air, kata Kapolda, terbuat dari barang bukti kendaraan bermotor roda dua dan roda empat, yang sudah memiliki keputusan hukum yang tetap dan jelas dari pengadilan.

“Kendaraan-kendaraan tersebut memang harus dimusnahkan. Namun dari pada dimusnahkan, lebih baik kita tanam di dasar laut, bisa menjadi rumpon, sehingga dapat menunjang kelestarian ekosistem laut,” jelas Kapolda, Sabtu (30/09).

Sementara itu Walikota Manado, G.S. Vicky Lumentut, mengapresiasi ide cemerlang Kapolda Sulut tersebut. “Dengan adanya Taman Lalu Lintas Bawah Air ini, selain bertujuan untuk melestarikan lingkungan alam di laut, juga sebagai spot unik yang bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi para penyelam,” ujarnya.

Sedangkan gerakan bersih-bersih Bunaken dan Pantai Manado serta aliran sungai, lanjut Walikota, dilakukan oleh seluruh ASN Pemkot Manado dan jajaran bersama pelajar serta masyarakat, mulai dari Malalayang hingga Tongkaina. “Kegiatan bersih-bersih ini tidak hanya berlangsung satu kali saja, melainkan akan dilakukan secara rutin, demi menjaga dan melestarikan lingkungan,” pungkasnya.

Di sela-sela pencanangan Taman Lalu Lintas Bawah Air siang itu, Ketua Pengurus Daerah Bhayangkari Sulut juga melepaskan 1 ekor penyu, yang disita pihak Polair Polda Sulut dari warga.

Penulis: Rony
Editor: Alfian
Publish: Pri

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password