Jogja Masih Aman dari Peredaran Tablet PCC

tribratanews.polri.go.id -Jogja, Ditresnarkoba Polda DIY dan Dinas Kesehatan Propinsi DIY serta Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) DIY menggelar Press Release terkait razia dan pencegahan obat terlarang PCC (Paracetamol Cafein Carisoprodol) yang meresahkan warga beberapa hari terakhir.

Pelaksanaan razia obat terlarang ini berdasarkan perintah Kapolri melalui Bareskrim Mabes Polri serta amanat UU nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dan UU nomor 35 tahun 2009 yakni tentang narkotika.

Menurut Wakil Direktur Resnarkoba Polda DIY AKBP Baron Wuryanto, S.I.K., saat dihadapan para juruwarta menyampaikan razia peredaran tablet PCC dilakukan dengan maksud untuk mencegah peredaran obat terlarang tersebut dan memberikan rasa aman kepada masyarakat DIY.

“Kita bersama Dinkes Prop DIY dan BPOM DIY melakukan razia dibeberapa apotek dan toko obat dengan melakukan pengecekan alur distribusi keluar masuk barang (obat keras),” ujarnya saat press release di Polda DIY, Jum’at (29/9/2017).

Pelakasanaan razia lanjut AKBP Baron Wuryanto, S.I.K., semenjak tanggal 4 September yang lalu, hingga saat ini untuk wilayah DIY belum ditemukan adanya peredaran obat terlarang tersebut.

“Razia yang dilakukan kami dan Polres Jajaran hingga saat ini belum ditemukan adanya peredaran Obat yang mengandung PCC,” jelasnya.

Peredaran tablet PCC yang terjadi di Kendari Sulawesi Tenggara menjadi catatan penting bagi Polda DIY dan BPPOM DIY. Meskipun belum ditemukan, hal ini tidak mengendurkan pengetatan pengawasan peredaran obat – obatan di DIY.

Sedangkan dari pengungkapan kasus dari Januari – Agustus 2017 terdapat 372 kasus yang ditangani oleh Polda dan Polres Jajaran.

penulis : Amir
editor : Alfian
publish : Jay

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password