Resmob Polsek Biringkanaya Ringkus 9 Orang Pelaku Begal Didua Lokasi Berbeda

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Resmob Polsek Biringkanaya meringkus 9 sembilan pelaku begal (Pencurian dengan kekerasan) yang terjadi di jalan Telkomas Makassar, Selasa (26/09/17).

Lima  pelaku terdiri dari orang dewasa antara lain YO (20) warga jalan Abd. Dg Ria Panakkukang, PE (22) warga Batangase Maros, DA (21) warga Goa Ria Sudiang, IL (22) warga Manuruni Sudiang, SA (18) jalan Manuruki Sudiang.

Sementara sisanya masih dibawah umur yakni SR (17) warga Maros, YU (17) warga Sudiang, DI (15) warga Maros dan FA (17) warga Maros.

Artikel, Resmob Polsek Biringkanaya Ringkus 9 Orang Pelaku Begal Didua Lokasi Berbeda

Berdasarkan hasil interogasi dan hasil olah tkp di temukan sepeda motor salah satu pelaku yang telah dibakar oleh warga dengan No Polisi DD 6100 SI, setelah dicek kepemilikan STNK tersebut dan pemiliknya pelaku inisial IL warga jalan Manuruki Sudiang.

Personil Resmob yang dipimpin Kanit Reskrim Iptu Syaharuddin kemudian melakukan pengembangan kepemilikan sepeda motor tersebut dan berhasil menangkap IL, YU, DI di perumahan Batara ugi.

Dari hasil introgasi para pelaku yang terlebih dulu di amankan di kembangkan lagi dan kembali berhasil menangkap kelima pelaku lainya di jalan Manuruki belakang Masjid Sudiang Raya yang diduga tempat persembunyian.

Pengamat Sosial khusus masalah kemiskinan dari Universitas Indonesia, Priadi Permadi mengatakan, fenomena pelaku aksi begal yang terjadi pada sejumlah kota besar di Indonesia merupakan bentuk kejahatan kriminal yang sejajar dengan masalah ekonomi. Kesenjangan sosial dan kesulitan hidup yang terjadi menjadi salah satu faktor pemicu kejahatan pelaku pembegalan di jalanan.

Pemicu lainnya kemudian ditambah dengan tidak adanya pemerataan lapangan kerja membuat masyarakat terutama pemuda dengan pendidikan rendah semakin sulit untuk mencari penghasilan. Untuk itu, masalah inilah yang utamanya perlu diatasi.

Tak hanya itu, menurut Priadi, faktor kriminal itu juga didorong dengan adanya iklan maupun film di televisi yang menunjukkan hidup bergelimangan harta. Akibatnya, orang pun akan menggunakan segala cara agar bisa menjadi seperti itu.

Selain itu, faktor penegakan hukum pun tak luput dari perannya dalam meningkatkan jumlah kriminalitas. Dengan jumlah aparat kepolisian yang kurang, ditambah faktor ekonomi para penegak hukum tersebut, menjadi faktor lainnya kriminalitas seperti pembegalan meningkat.

“Seharusnya penegak hukum pun memberikan hukuman yang setimpal bagi para pelaku kriminal tersebut. Jangan sampai kasus anak jalanan yang kemudian ditangkap dan bebas setelah ditebus menjadi salah satu faktor membuat anak jalanan tersebut berani melakukan kriminalitas lebih tinggi,” ucapnya.

Solusi yang dapat dilakukan untuk menghindarkan anak-anak dalam masalah seperti ini terutama orang tua dan pemerintah. Para orangtua seharusnya bersikap ekstra hati-hati dan memantau secara rutin setiap tahap perkembangan anaknya. Lalu pemerintah harus bekerja lebih maksimal lagi dalam mensejahterakan rakyatnya.

Misalnya, meringankan biaya pendidikan agar anak-anak memiliki ilmu dan skill yang bisa digunakan untuk meringankan beban orang tua mereka. Lalu memberikan dana/uang jatah bulanan kepada warga miskin. Membatasi jumlah penduduk tiap tiap pulau, sehingga tidak ada pertumbuhan yang terlalu tinggi di salah satu pulau/ pemindahan orang–orang ke pulau lain.

Penulis : Harmeno

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password