Dua Wanita Pembuat Dokumen Palsu Berhasil Dirngkus Polres Jember

Tribratanews.polri.go.id-Polda Jawa Timur, Polres Jember ungkap kasus pembuatan dokumen kependudukan palsu yang dilakukan oleh Dua wanita yang berinisial R dan W, warga Gumukmas, Kabupaten Jember, Senin (25/9/17).

Kedua wanita ini menjalankan pekerjaan haram sejak tahun 2015 lalu. Tersangka menggunakan modus sebagai biro jasa yang bisa mengurus dokuman seperti Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran, dan e-KTP dengan cepat, dan itu dilakukan bukan hanya di Kabupaten Jember melainkan di 5 Kabupaten yang menjadi job mereka.

Dari tangan tersangka polisi berhasil amankan barang bukti, yakni rekapan, Kartu Keluarga (KK) sebanyak 899, Akta Kelahiran sebanyak 67 dan untuk e-KTP sebanyak 157, serta barang bukti lainya yang digunakan tersangka sebagai alat pembuatan dokumen kependudukan palsu.

“Kurang lebih 3 – 4 hari yang lalu Polres Jember telah mengungkap kasus pemalsuan yakni Kartu Keluarga (KK), Akte Kelahiran, dan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Yang selama ini terduka dilakukan oleh dua orang yang berinisial R dan W warga Gumukmas, Kabupaten Jember”, Terang Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo SH.SIK.MH.

Kita sudah melihat rekapanya bahwa untuk Kartu Keluarga (KK), di Kabupaten Jember sebanyak, 899 Exsemplar,  Bondowoso 4, Situbondo 3, Banyuwangi 7, Lumajang 2 dan Bali 1. Sedangkan untuk Akte Kelahiran Palsu di Kabupaten Jember, sebanyak 67, Banyuwangi 7, Blitar 2, dan Malang 1. Sedangkan untuk Produk e-KTP palsu di Kabupaten Jember, 157, Bondowoso 5, dan Bekasi 1, Ungkapnya.

Lanjut Kusworo, Terungkapnya pemalsuan data ini kita mengecek dari regristasi yang di keluarkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember dengan nomer tersebut tidak terdaftar, dari situ kita mengetahui kemudian kita menelusuri dimulai dari dokumen yang bersangkutan mencetak sendiri, kemudian dilakukan dengan waktu relatif singkat dalam waktu satu hari dengan biaya 250 ribu, Tuturnya

“Dua ratus lima puluh ribu (250) ribu, ditarik dari warga. Diterima oleh R, kemudian R serahkan kepada W seratus ribu (100) rupiah per-job,” Ungkap Kapolres.

Dari sini yang bersangkutan sudah kita intrograsi, telah melakukan kegiatan ini sejak tahun 2015 sudah 2 tahun yang lalu. Dimana yang bersangkutan kami jerat dengan pasal 264 KUHP dengan ancaman hukuman 8 tahun penjara, Tegasnya.

Penulis : Herry

Editor   : Alfian

Publish : Herry

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password