Terkait Ledakan di Bandar Lampung, Kapolda : Saksi MZ Dinaikkan Status Sebagai Tersangka

IMG_20170925_55450

Tribratanews.polri.go.id – Polda Lampung. Dari pemeriksaan sementara para saksi dan barang bukti yang disita hingga hasil olah TKP yang dilakukan tim gabungan Polda Lampung dan Polresta Bandar Lampung membuat status MZ (52), pemilik rumah, dinaikkan statusnya menjadi tersangka.

“Keterangan awal dari saksi MZ ledakan berasal dari tabung gas. Namun, perkembangan hasil penyelidikan menjadikan MZ sebagai tersangka. Kepada MZ sudah kenakan sementara dugaan keterlibatan melanggar dua pasal sekaligus” kata Kapolda Lampung Irjen Pol Drs Suroso Hadi Siswoyo didampingi Wakapolda Kombes Pol Drs Angesta Romano Yoyol, Kabid Humas Kombes Pol Sulistyaningsih dan Kapolresta Bandar Lampung Kombes Murbani Budi Pitono, memimpin konferensi pers situasi terkini terkait ledakan yang terjadi didapur sebuah rumah di Jalan Bung Tomo Nomor 3 Kelurahan Gedung Air Kecamatan Tanjung Karang Barat di Lobby Utama di Lobby Utama Mapolda Lampung, Senin (25/9/2017).

Lanjut Irjen Pol Suroso Hadi Siswoyo, Kedua pasal tersebut yakni Pasal 1 ayat 1 UU Darurat Nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman mati, penjara seumur hidup atau minimal 20 tahun. Selanjutnya Pasal 360 ayat 1 KUHP tentang barangsiapa karena kealpaan menyebabkan orang lain menderita luka berat dengan ancaman pidana 1 – 5 tahun penjara.

Dikatakan Kapolda, sebelumnya sudah ada enam saksi yang sudah diperiksa. Yakni MZ (52) beprofesi pedagang, AS (22) buruh, warga Tanjung Karang Barat, N alias UL (49), buruh, TBS), I (20), buruh, Teluk Betung Selatan, S (33), wiraswasta, Tanjung Karang Barat dan T (28) wiraswasta, Tanjung Karang Barat.

BACA : Pengembangan dan Pendalaman Ledakan di Bandar Lampung Melibatkan Densus 88.

Sementara istri MZ, UY (42) sebagai saksi korban, masih menjalani pemeriksaan sambil mendapat perawatan di RSU Bhayangkara. Mayoritas para saksi mendengar suara ledakan yang disertai asap putih berbau seperti mercon yang disertai teriakan UY yang kebetulan ada didapur.

Irjen Pol Suroso Hadi Wibowo menegaskan ledakan yang terjadi didapur rumah tersangka sendiri bukan berasal dari bom yang sudah dirakit.

“Baru berasal dari bahan-bahan peledak yang ditemukan ada dalam dapur rumah yang ditinggali tersangka bersama istri keduanya tersebut. Soal lokasi ledakan yang berada didepan Mapolsek Tanjung Karang Barat tersebut, dijawab Suroso hanya kebetulan belaka”, tegasnya

Sebelumnya, ledakan yang terjadi pada Minggu 24 September 2017 pukul 09.35 WIB tersebut mengakibatkan luka pada korban UY (istri kedua MZ). Awalnya MZ mengaku bahwa ledakan tersebut adalah ledakan akibat tabung gas. Keterangan tersebut berbeda dengan hasil olah TKP tim gabungan Polda Lampung dan Polresta Bandar Lampung. (*)

Penulis : Tim
Editor : Alfian Nur
Publish : N.Muslih Lpg / Polda Lampung

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password