OTT SABER PUNGLI : Satgas Saber Pungli Polda Sumut Amankan Bendahara UPT Disdik Kecamatan

Polda Sumut – Bendahara Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan Kecamatan Medan Labuhan, Armaini (50) warga Jalan Kutilang IV, Kelurahan Kenanga, Kecamatan Percut Sei Tuan, ditangkap Tim Saber Pungli Polda Sumut dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Penangkapan bermula saat petugas mendapat informasi tentang adanya praktik korupsi. Dirkrimum Polda Sumut Kombes Nurfallah kemudian memerintahkan anggotanya untuk melakukan penyelidikan.

Pelaku Armaini kemudian diringkus berdasarkan laporan dua guru yang menjadi korbannya, Rosmawati (56) dan Zainudin (54) warga Jalan KL Yos Sudarso KM 17,5 Simpang Kantor pada Kamis (12/1/2017).

Korban yang berprofesi sebagai guru mengatakan, di UPT Kecamatan Medan Labuhan telah terjadi pungli. Setiap guru yang mengajukan permohonan pinjaman uang ke Bank Sumut Cabang Pembantu Belawan wajib memberikan tiga persen dari total jumlah pinjaman.

Uang itu diminta pelaku untuk mempercepat proses pencairan pinjaman. Mendapat laporan ini, polisi bersama korban mendatangi Bank Sumut Cabang Belawan melakukan penyidikan.

Kedua korban menemui pelaku yang sudah menunggu di lobi, sementara petugas memantau dari jauh. Setelah proses peminjaman uang dilakukan dan kedua korban mendapatkan uangnya, pelaku kemudian mengambil kalkulator dan menunjukkan angka kepada korban.

Dua buah amplop yang sudah disediakan para korban pun diserahkan kepada pelaku.

“Tersangka telah tertangkap tangan melakukan pemotongan uang pinjaman kredit dua orang staf pengajar masing-masing sebesar 2,5 persen dari Rp 110 juta dan Rp 210 juta atas nama Rosmawati dan Zainun dari PT Bank Sumut Capem Belawan,” kata Katimsus Saber Pungli Ditreskrimum Polda Sumut AKBP Sandy Sinurat , Jumat (13/1/2017).

Sementara menurut Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan, meski pelaku berkeras isi amplop adalah uang koperasi dan tidak mau mengeluarkannya dari tas, setelah didesak polisi, akhirnya kedua amplop tersebut dikeluarkannya. Satu amplop berisi uang sebesar Rp 5 juta dan satunya lagi Rp 3,5 juta.

“Waktu menerima amplop dan hendak memasukkannya ke dalam tas, petugas langsung menghampiri pelaku dan menyuruh membuka tas untuk mengeluarkan amplop yang baru diterimanya. Pelaku sempat mengaku amplop tersebut berisi uang koperasi,” kata AKBP MP Nainggolan, Jumat (13/1/2017).

“Pelaku langsung kita amankan bersama barang bukti kalkulator, dua lembar fotocopy permohonan kredit KMG atasnama Zainun dan Rosmawati yang belum ditanda tangani, selembar fotocopy promo KMG PT Bank Sumut. Pelaku akan kita kenakan Pasal 11 UU Nomor 31 tahun 1991 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi,” sebut AKBP MP Nainggolan.

Kini tersangka sudah berada di Mapolda Sumut untuk pemeriksaan lebih lanjut. Petugas juga tengah mengembangkan kasus tersebut.(rico)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password