Empat Pengeroyok Oknum TNI di Bone Akhirnya Ditangkap Polisi

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Kurang dari 12 jam, Empat orang terduga pelaku penganiayaan oknum anggota TNI Linud 700 Makassar dan rekannya yang merupakan warga sipil di Kecamatan Cina diringkus Polisi dari jajaran Kepolisian Resort (Polres) Bone, Sabtu (23/9/2017).

Oknun TNI tersebut diketahui bernama Prada Rusdianto (23) dan rekannya bernama Asrul (18) yang keduanya penduduk Dusun Batu lappa, Desa Lompu, Kecamatan Cina, Kabupaten Bone, Sulsel.

“Ada empat orang yang sudah kita amankan terkait kasus ini, dan saat ini tengah di amankan di Mapolres Bone” ujar Kapolsek Cina Akp Erwin Surahman.

Dikabarkan sebelumnya, oknum TNI dan rekannya menjadi korban penganiayaan disaat keduanya sedang tertidur pulas di stand depan rumahnya sekira pukul 02.30 dini hari, tiba tiba pelaku yang tidak dikenal berjumlah lebih dari satu orang langsung melakukan penganiayaan secara membabi buta dengan menggunakan senjata tajam. Selanjutnya para pelaku melarikan diri.

Rusdianto yang mengalami luka terbuka di bagian kepala akhirnya dilarikan ke Puskesmas Cina, sementara rekannya Asrul di rujuk ke Rumah Sakit Tenriawaru Watamapone dengan luka serius di sekujur tubuhnya.

Sementara pihak kepolisian yang tiba di TKP langsung mengamankan dan mengumpulkan beberapa barang bukti dan melakukan pengejaran terhadap para pelaku. alhasil ke empat pelaku berhasil di gelandang ke Mapolres Bone.

Informasi yang dihimpun tribratanews, korban bernama Asrul dikabarkan menghembuskan nafas terakhirnya di rumah Sakit.

“Informasi terakhir, korban Asrul yang di rawat di rumah sakit tenriawaru meninggal dunia,” terang Kapolsek Cina.

Menurut Akp Erwin, keempat pelaku tersebut berinisial AF (24), WA (17), AD (24) dan SL (25) yang masing masing warga Desa Lompu, Kecamatan Cina, Bone.

Kapolres Bone melalui Paur Humas Iptu Adenan membenarkan peristiwa tersebut.

“Empat orang dugaan pelaku penganiayaan sudah diamankan di Polres Bone, salah satu korban masih di rawat intensif di Puskesmas Cina dan satu lagi di kabarkan meninggal dunia di rumah sakit tenriawaru,” tutur Adenan.

“Adapun motif penganiayaan yang dilakukan empat remaja itu masih didalami oleh penyidik,” sambungnya.

Penulis : Abu Uwais

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password