Tangkal Paham Radikal, 50 Siswa SMA N1 Piyungan Antusias Mengikuti Kegiatan Sosialisasi

tribratanews.polri.go.id -Jogja, intoleransi itu bukan hanya masalah agama saja, termasuk juga budaya dan kesukuan. Menurut data, dari 2014 sampai 2016 terjadi peningkatan. Jika intoleransi tidak bisa diatasi maka bisa menjadi radikal.

Hal ini yang disampaikan oleh Kasubditbintibluh Dit Binmas Polda DIY AKBP Sinungwati, S.H., kepada sekitar 50an siswa SMA N 1 Piyungan Bantul, senin (18/9/2017).

Menurut AKBP Sinung, radikal itu gerakan yang sangat cepat. Gerakan itu menggunakan jalan kekerasan sebagai paham ideologinya.

“Kelompok tersebut mempunyai paham doktrin agama yang paling benar, merasa punya otoritas, memaksa dan menghakimi orang atau kelompok yang berbeda pemahaman dengan dalih atas nama Tuhan,” tutur AKBP Sinung.

Kalau jaman dulu, sambung Sinung ilmu pengetahuan atau gadget belum ada. Penyebarannya (Radikalisme) melalui tatap muka, melalui face to face. Misal datang berkunjung dan lain sebagainya. Sedangkan jaman sekarang karena serba online, maka penyebaran paham tersebut juga melalui online.

“Penyebaran melalui situs radikal, mempunyai ciri ciri antara lain melakukan penghasutan bermuatan sara, menjelekkan kelompok lain, serta menyebarkan paham jihad yang sempit dan jauh dari kedamaian,” pungkas Sinungwati.

Pembinaan dan Penyuluhan tentang Radikalisme dan Intoleransi ini merupakan wujud Implementasi Program Promoter Kapolri. Melalui pembinaan ini, diharapkan para generasi muda paham akan gerakan gerakan yang tidak sejalan atau menyimpang dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila.

penulis : Dhenyy
editor : Alfian
publish : Jay

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password