Sinergitas Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Kepala Desa Berantas Peredaran Miras

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Menanggapi laporan dari warga Bhabinkamtibmas Polres Bulukumba Bripka Indra Gunawan bersama Babinsa, Kepala Desa, Anggota FKPM dan tokoh Masyarakat melaksanakan giat Razia Miras di Desa binaannya yakni Desa Bonto Nyeleng Kecamatan Gantarang Kabupaten Bulukumba, Kamis (21/09/17).

Bripka Indra Gunawan yang memimpin Razia Miras berhasil menjaring 3 (tiga) orang pengantar/penjual miras yakni Muh Nurda, Asri Burhan dan daeng Tiro, petugas berhasil mengamankan barang bukti beberapa karung miras jenis Ballo sebanyak 200 liter.

Sebagai bentuk pembinaan awal, barang bukti dan para  pelaku pesta miras tidak serta merta diamankan oleh petugas. Sisa barang bukti miras jenis ballo langsung dimusnahkan di TKP dengan cara ditumpahkan oleh Masyarakat dan di buatkan surat pernyataan agar tidak mengulangi lagi perbuatannya.

Bhabinkamtibmas Desa Bonto Nyeleng berharap langkah pembinaan yang diberikan kepada masyarakat penjual maupun pengkonsumsi miras jenis ballo secara berangsur-angsur akan dapat merubah pola pikir masyarakat untuk menjadikan ballo sebagai bahan baku pembuatan gula merah.

Sinergitas antara Bhabinkamtibmas, Babinsa, aparat desa dan warga dalam memberantas penyakit masyarakat seperti miras jenis ballo (miras khas Bugis-Makassar) merupakan langkah yang tepat untuk membangun karakter masyarakat menjadi lebih baik.

Didalam Islam minuman keras (miras) adalah minuman yang haram, selain haram minuman ini juga berbahaya bagi individu dan bagi masyarakat. Bahkan dapat dikata, khamar adalah biangnya kerusakan lainnya. Allah Ta’ala berfirman,

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah rijsun termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).” (QS. Al Ma-idah: 90-91)

Dalam ayat ini dari beberapa sisi kita dapat melihat keharaman khamar:

  1. Khamar dalam ayat tersebut dikaitkan dengan penyembahan pada berhala.
  2. Allah menyebut rijsun (kotor).
  3. Khamar termasuk perbuatan setan. Setan pastilah datang dengan membawa kejelekan dan hal yang kotor.
  4. Kita diperintahkan untuk menjauhi khamar.
  5. Seseorang yang menjauhinya akan mendapatkan keberuntungan. Jika seseorang malah mendekati khamar, malah termasuk orang yang merugi.
  6. Khamar dapat menimbulkan permusuhan dan kebencian.
  7. Allah menutup dengan mengatakan, berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).

Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Allah melaknat khamar, orang yang meminumnya, orang yang menuangkannya,penjualnya, pembelinya, orang yang memerasnya, orang yang mengambil hasil perasannya, orang yang mengantarnya dan orang yang meminta diantarkan.” (HR. Abu Daud, no. 3674; Ibnu Majah no. 3380. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits tersebut shahih. Lihat Shahih At-Targhib wa At-Tarhib no. 2356)

Maksud khamar itu dilaknat oleh Allah, agar setiap orang menjauhi minuman haram tersebut. Bisa pula yang dimaksudkan dengan “Allah melaknat khamar” adalah melaknat memakan hasil upah dari penjualan khamar.  (‘Aun Al-Ma’bud, 10: 86)

Siksaan Akhirat bagi Pecandu Khamar

Pertama, pecandu khamar disamakan dengan para penyembah berhala.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Pecandu khamar seperti penyembah berhala.” (HR. Ibnu Majah, no. 3375. Syaikh Al-Albani menyatakan bahwa hadits ini hasan)

Dalam Hasyiyah As-Sindi ‘ala Ibni Majah (6: 357), disebutkan bahwa Allah Ta’ala akan mengumpulkan peminum khamar dengan penyembah berhala karena Allah menyebutkan mereka satu dalam ayat ‘innamal khamaru wal maysiru …’ (surat Al-Maidah ayat 90). Begitu pula shalat keduanya tidak diterima. Orang kafir kalaulah ia shalat, shalatnya tidak diterima. Sama halnya dengan peminum khamar.

Kedua, pecandu khamar diancam tidak masuk surga

Dari Abu Ad-Darda’, ia berkata dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

“Pecandu khamar tidak akan masuk surga.” (HR. Ibnu Majah, no. 3376. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Khamar itu biang kerusakan, hal ini memang benar adanya. Para pemabuk biasa membuat kerusakan. Mereka buat keonaran, buat kekacauan, saling bertengkar dan saling benci. Bahkan mabuk bisa jadi biang maksiat lainnya seperti zina, bahkan pembunuhan. Khamar memang biang kerusakan atau induk berbagai macam kejahatan.

Penulis : Sumarwan

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password