Nyamar Jadi Pembeli, Dua Pelaku Narkoba di Bulukumba Diringkus Polisi

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Polres Bulukumba berhasil mengamankan dua orang tersangka pelaku penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu di Kecamatan Bulukumpa, Kamis (21/09/17) malam.

Kapolres Bulukumba Akbp M Anggi Naulifar Siregar mengatakan kedua tersangka yang diamankan ini diduga bertindak sebagai kurir dan pemakai. Keduanya diamankan didua lokasi berbeda pada Kamis malam.

Kedua tersangka RE (33) warga Kelurahan Tanete Kecamatan Bulukumpa. Kemudian seorang lagi, EA (25) warga Desa Balampesoang Kecamatan Bulukumpa. Bersama keduanya diamankan sejumlah barang bukti berupa paket Sabu.

Penangkapan kedua tersangka oleh Unit Gabungan Polres Bulukumba yakni Unit Opsnal Sat Res Narkoba Dan Unit Kamneg Sat Intelkam yang di pimpin langsung oleh Kasat Narkoba Polres Bulukumba Akp Rujianto Dwi Poernomo, S.Ik MH.

Penangkapan dilakukan dengan cara Under Cover Buy (pembelian tersulubung) dengan RE (33) dan diperoleh 1 (Satu) Sachet yang berisi kristal bening yang diduga Narkoba jenis Sabu. Kemudian sekira jam 22.00 Wita, Unit Gabungan melakukan penggeledahan rumah milik RE (33) yang beralamatkan di lingkungan Biroro Kelurahan Tanete Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba dan ditemukan kembali barang bukti berupa 1(Satu) Sachet Yang berisikan kristal bening yang diduga Narkoba Sabu, tepatnya didalam dompet miliknya dan berdasarkan keterangan RE (33) bahwa barang tersebut ia peroleh dari tersangka EA (22).

Artikel, Nyamar Jadi Pembeli, Dua Pelaku Narkoba di Bulukumba Diringkus Polisi

 

 

 

 

 

 

 

 

Kemudian sekira jam 22.30 Wita Didesa Barugae Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba di lakukan pengembangan dan berhasil mengamankan tersangka EA (22).

Dari tangan ke dua tersangka Unit Gabungan Polres Bulukumba berhasil mengamankan 2 (Dua) Sachet berisi kristal bening yang di duga Narkoba jenis Sabu, 2(Dua) Unit Handphone Merk Samsung Duos lipat Warna Hitam dan Handphone Black Berry Davis Warna Hitam dan 1 (Satu) Buah dompet warna hitam merk Cefiro.

“Saat ini kedua tersangka di amankan di Mapolres Bulukumba guna kepentingan penyelidikan dan penyidikan,” terang Kasat Narkoba Polres Bulukumba Akp Rujianto Dwi Poernomo.

Miris memang, setiap tahun jumlah penyalahguna narkoba justru terus bertambah, baik yang digolongkan sebagai pecandu, yakni orang yang menggunakan atau menyalahgunakan narkotika dan dalam keadaan ketergantungan secara fisik dan psikis.

Dalam pandangan Islam para ulama sepakat akan haramnya mengkonsumsi narkoba ketika bukan dalam keadaan darurat. Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Narkoba sama halnya dengan zat yang memabukkan diharamkan berdasarkan kesepakatan para ulama. Bahkan setiap zat yang dapat menghilangkan akal, haram untuk dikonsumsi walau tidak memabukkan” (Majmu’ Al Fatawa, 34: 204).

Dalil-dalil yang mendukung haramnya narkoba:

Pertama: Allah Ta’ala berfirman,

“Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk” (QS. Al A’rof: 157). Setiap yang khobits terlarang dengan ayat ini. Di antara makna khobits adalah yang memberikan efek negatif.

Kedua: Allah Ta’ala berfirman,

“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan” (QS. Al Baqarah: 195).

“Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu” (QS. An Nisa’: 29).

Dua ayat di atas menunjukkan akan haramnya merusak diri sendiri atau membinasakan diri sendiri. Yang namanya narkoba sudah pasti merusak badan dan akal seseorang. Sehingga dari ayat inilah kita dapat menyatakan bahwa narkoba itu haram.

Ketiga: Dari Ummu Salamah, ia berkata,

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari segala yang memabukkan dan mufattir (yang membuat lemah)” (HR. Abu Daud no. 3686 dan Ahmad 6: 309. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini dho’if). Jika khomr itu haram, maka demikian pula dengan mufattir atau narkoba.

Keempat: Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa yang sengaja menjatuhkan dirinya dari gunung hingga mati, maka dia di neraka Jahannam dalam keadaan menjatuhkan diri di (gunung dalam) neraka itu, kekal selama lamanya. Barangsiapa yang sengaja menenggak racun hingga mati maka racun itu tetap ditangannya dan dia menenggaknya di dalam neraka Jahannam dalam keadaan kekal selama lamanya. Dan barangsiapa yang membunuh dirinya dengan besi, maka besi itu akan ada ditangannya dan dia tusukkan ke perutnya di neraka Jahannam dalam keadaan kekal selama lamanya” (HR Bukhari no. 5778 dan Muslim no. 109).

Hadits ini menunjukkan akan ancaman yang amat keras bagi orang yang menyebabkan dirinya sendiri binasa. Mengkonsumsi narkoba tentu menjadi sebab yang bisa mengantarkan pada kebinasaan karena narkoba hampir sama halnya dengan racun. Sehingga hadits ini pun bisa menjadi dalil haramnya narkoba.

Kelima: Dari Ibnu ‘Abbas, Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tidak boleh memberikan dampak bahaya, tidak boleh memberikan dampak bahaya” (HR. Ibnu Majah no. 2340, Ad Daruquthni 3: 77, Al Baihaqi 6: 69, Al Hakim 2: 66. Kata Syaikh Al Albani hadits ini shahih). Dalam hadits ini dengan jelas terlarang memberi mudhorot pada orang lain dan narkoba termasuk dalam larangan ini.

Penulis : Harmeno

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password