TERKAIT PENOLAKAN HABIB RIZIK MENJADI IMAM BESAR : Kapolda Maluku Utara Melakukan Pertemuan Dengan MUI Prov. Malut dan Ormas Islam

Tribratanews.polri.go.id – Polda Maluku Utara, Kapolda Malut (Brigjen Pol Drs. Tugas Dwi Apriyanto, SH, MM) melakukan pertemuan dengan Ketua MUI Prov. Malut dan Ormas Islam Prov. Malut, sehubungan penolakan rencana Imam Rizik menjadi Habib besar Umat Islam dan penolakan terhadap Habib Rizik serta FPI masuk ke Provinsi Malut.

Pertemuan tersebut dilakukan siang tadi setelah shalat jumat di Rumah Habib Muhammad Albaar Jln. Lorong Kampung Kodok Kel. Muhajirin Kec. Ternate Tengah.

Dalam pertemuan itu dihadiri oleh Kapolda Malut (Brigjen Pol Drs. Tugas Dwi Apriyanto, SH, MM), Wakapolda Malut (Kombes Pol Drs. Imanuel Larossa), Dir Intel Polda Malut (Kombes Pol Drs. Susilo.R.I) Kasat Brimobda Polda Malut (Kombes Pol Anang Sumpena, SH), Kabinda Malut (Handy Geniardi, SE, MM), Danrem 152 Babullah (Kolonel Infanteri Sachono), Bpk. Suhri Hud (Anggota DPR Prov. Malut dri Partai Bulan Bintang), Ketua GP Ansor Prov. Malut (Salim Thaib, S. AG), Ketua MUI Prov. Malut (DR. H. Samlan Ahmad Hi Ahmad), Penesehat MUI Prov. Malut (DR. H. Yamin Hadad), Seketaris Wilayah Al Khirat (Hasby Yusuf, SE), Muhammad Selang (Tokoh Masyarakat), serta masyarakat yang hadir berjumlah kurang lebih 75 orang.

Penyampaiaan Ketua MUI Prov. Malut (DR. Salman Ahmad), dalam pertemuan yang intinya sbagai berikut:
Kami Mengkanter bermacam – macam Isue yang berkembang akhir – akhir ini tentang Imam Besar Umat Islam/Pemimpin, menurut saya kita berada di satu Kesatuan Negara Republik Indonesia yang berdasarkan UUD 1945 dan Pancasila sehingga konstitusi kita cman satu mengenal Pimpinan dalam hal ini Presiden yang paling tertinggi.

Pada prinsipnya MUI Prov. Malut sampai saat ini tdak pernah menanggapi isue yang saat ini beredar, dikarenakan secara organisasi MUI hnya mengenal Al – Quraan dan Al – Hadist yang menjadi Imam atau petunjuk bagi kami MUI, maka dari itu MUI tdak pernah mengenal Pemimpin Islam yang ada saat ini. Maka dri itu MUI tdak lgi mngenal Pimpinan Umat Islam Indonesia atau Pimpinan tertinggi, dikarenakan MUI sbagai organisasi tertinggi yang di percayakan Pemerintah sebagai pemberi Fatwa bagi Umat Islam.

Sampai dengan saat ini saya pribadi dan MUI tidak pernah mendengar dan melihat masuknya FPI di Prov. Malut, untuk masuknya FPI ke Prov. Malut MUI tidak bisa memberikan larangan dikarenakan FPI adalah Organisasi Legal. Maluku Utara sebagai Provinsi yang baru saja di landa konflik, sehingga saya meminta Organisasi FPI agar tidak masuk di Prov. Malut, dikarenakan Prov. Malut masih dalam tahapan pemulihan.

Sedangkan untuk GNPF MUI (Gerakan Nasional Pembela Fatwa MUI) bukan merupakan sayap MUI, sehingga secara organisasi MUI tidak mengenal GNPF MUI.

Penyampaiaan dari Ketua GP Ansor Prov. Malut (Salim Thaib, S. AG), yang intinya :
Kami mendapatkan instruksi di Seluruh Indonesia oleh Pimpinan Pusat GP Ansor bahwa tidak ada namanya Imam Besar Umat Muslim di Indonesia, apabila ada isue saya kira ini adalah upaya memecah belah kesatuan dan Persatuaan Umat Islam di Indonesia serta adanya kepentingan apabila Habib Rizik menjadi Imam Besar Umat Islam.

Maka dri itu secara tegas GP Ansor menolak Habib Rizik menjadi Imam Besar Umat Islam Indonesia, GP Ansor Prov. Malut juga memberikan sikap menolak FPI masuk di Malut, dikarenakan FPI mrupakan organisasi yang bersifat kekerasan atas nama Agama karena Islam adalah Agama yang tdak pernah mengajarkan kejahatan.

Penyampaiaan Seketaris Wilayah Al Khirat (Hasby Yusuf, SE), yang intinya :
Terkait dengan kehadiran/kedatangan Habib Rizik di Kota Ternate bukan merupakan agenda Ormas Islam Kota Ternate maupun Ormas Islam Prov. Malut itu Agenda FPI sendiri.

Serta Habib Rizik adalah Imam Besar FPI bukan Imam Besar Umat Islam Indonesia itu yang harus diketahui, FPI dulu pernah akan di bentuk di Malut, hanya saja sampai saat ini FPI tdak pernah terbentuk Organisasi nya di Malut, jika ada maka kami dengan Ormas Islam yang ada di Prov. Malut akan melakukan penolakan.

Kami dalam hal ini Pengurus Al – Khirat tetap konsisten dengan Agenda kita di Kota Ternate, Prov. Malut sudah cukup banyak Ormas Islam yang ada, di satu sisi kami tidak berhak monolak Organisasi yang akan masuk akan tetapi Organisasi tersebut tidak memecah belah Umat Islam.

Penyampaiaan Muhammad Selan (Tokoh Masyarakat), yang intinya :
Masyarakat Indonesia di mata Hukum sama, terkait dengan Habib Rizik menjadi Imam Besar Umat Islam kita serahkan saja kepada Hukum yang berlaku sehingga kita tidak salah melangkah dalam menolak kedatangan Habib Rizik di Kota Ternate.
Islam mengajarkan berbuat baik untuk semua orang, maka dari itu apabila kedatangan Habib Rizik di Kota Ternate untuk mengacaukan masyarakat Kota Ternate, maka saya berharap agar Habib Rizik agar jangan datang di Kota Ternate.

Penulis : Humas Polda Maluku Utara
Editor : Kang Iqbal
Publish : Wanto Batjan

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password