Rakernis SDM dan Bidpropam Polda Bali: Kapolda Bali Bahas Pengelolaan dan Penguatan SDM Polri

Tribratanews.polri.go.id – Polda Bali, Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose memberikan pembekalan pada Rakernis SDM, Rakorbin PNS Polri dan Rakernis Bidang Propam Polda Bali di Gedung Lembah Pujian, Denpasar, Rabu (20/9/2017). Acara ini dihadiri sejumlah Pejabat Utama Polda Bali dan ratusan personel Polri dan PNS Polri.

Karo SDM Polda Bali Kombes Pol. Drs. Jawari, S.H., M.H. dalam laporannya mengatakan, pelaksanaan Rakernis tahun ini digabung menjadi satu terdiri dari Biro SDM dan Bidpropam Polda Bali. Tujuannya adalah untuk efektifitas dan efisiensi, karena SDM dan Propam digambarkan sebagai dua sisi mata uang. Keterkaitan tugas antara SDM dan Propam sangat erat dalam melaksanakan fungsi pembinaan.

Tema yang diusund dalam Rakernis ini adalah “Membangun Sumber Daya Manusia Polri yang Unggul dan Kompetitif”. Diharapkan akan adanya perubahan mindset bagi personel pengemban fungsi SDM. “Dulu SDM sebagai raja dan minta dihormati, ini yang akan dirubah dalam Rakernis menjadi pelayan-pelayan anggota Polri secara keseluruhan.   Komitmen kita adalah profesional dan modern menggunakan terobosan kreatif berbasis teknologi dan informasi,” ucap Kombes Pol. Drs. Jawari, S.H., M.H.

Sedangkan untuk PNS Polri, tekadnya adalah mewujudkan PNS Polri sebagai komplemen, bukan lagi sebagai suplemen dalam organisasi Polri. Untuk Propam yaitu untuk mewujudkan profesionalisme kinerja Bidang Propam Polda Bali.

“Disela kesibukannya Bapak Kapolda masih menyempatkan waktunya untuk memberikan pembekalan. Jadi para peserta Rakernis harus serius mengikuti dan mendengarkan setiap materi yang disampaikan,” imbuh Karo SDM Polda Bali.

 Sementara saat mengisi materi pembekalan, Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose menyampaikan tentang lingkup pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam organisasi kepolisian dan penguatan SDM di Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Menurut Kapolda Bali ada 10 lingkup pengelolaan SDM dalam organisasi kepolisian yaitu, perekrutan dan seleksi, pelatihan, transfers dan promotion, kepemimpinan, komunikasi, otoritas dan pertanggungjawaban, motivasi dan insentif, hubungan atasan dan bawahan, pengaturan konpensasi dan penilaian kinerja. Sedangkan aspek-aspek yang mempengaruhi pengelolaan SDM, antara lain demografis, lingkungan eksternal, struktural, pelatihan, pelayanan masyarakat, peningkatan penggunaan teknologi dan workforce organization and qualifications.

“Perubahan yang terjadi pada aspek lingkungan eksternal yaitu tuntutan masyarakat terhadap aspek keamanan. Implikasinya adalah dibutuhkan peningkatan dalam penyampaian informasi yang akuntabel kepada masyarakat dan membangun hubungan dengan media massa,” terang jenderal asal Manado ini.

Selain itu, Kapolda juga menjelaskan tentang peningkatan profesionalisme Polri menuju keunggulan. Hal tersebut dapat terwujud melalui peningkatan kualitas delapan standar pendidikan Polri, peningkatan pelatihan fungsi teknis pada kesatuan kewilayahan, mengoptimalkan sistem manajemen kinerja, penyusunan rumpun jabatan fungsional dan sertifikasi profesi serta modernisasi alat material khusus (Almatsus) dan alat perlengkapan pengamanan (Alpakam).

Di Bidang Propam, Kapolda menegaskan bahwa seluruh personel Propam harus memiliki postur yang sesuai dengan bidang tugasnya, yaitu disiplin, beretika dan patuh hukum, bersih dan bebas dari KKN, tidak diskriminatif, memiliki komitmen dan integritas serta sebagai agen perubahan yang dimulai dari diri sendiri.

Penulis  : I Ketut Bina Wartawan

Editor    : Alfin

Publish  : I Putu Suwardhana.M

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password