Dukung Kecamatan Rappocini Bebas dari Tawuran, Kapolrestabes Makassar Berikan Handy Talky untuk Bhabinkamtibmas

Artikel, Dukung Kecamatan Rappocini Bebas dari Tawuran, Kapolrestabes Makassar Berikan Handy Talky untuk Bhabinkamtibmas

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Endi Sutendi menjalin silaturahmi apel kesadaran kamtibmas dengan tema “Kecamatan Rappocini Bebas dari Tawuran”, Senin (18/09/17).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Mohammad Ramdhan Pomanto Walikota Makassar, Kapolsek Rappocini Kompol Kodrat Muh. Hartanto , S.IK,Camat Rappocini,Lurah Banta Bantaeng,Ketua FKPM,Tokoh Agama,Tokoh Masyarakat, dan masyarakat Kelurahan Banta Bantaeng.

Kegiatan ini dilaksanakan di Jalan Wijaya Kusuma kelurahan banta bantaeng kecamatan rappocini.

“Saya mengharapkan kepada para remaja di Kelurahan Banta Bantaeng agar tidak melakukan tawuran/perang kelompok,tidak mengkonsumsi obat-obat terlarang serta tidak melakukan tindak pidana seperti curas/begal,” ujar Kapolrestabes Makassar.

Selain itu Kapolsek Rappocini Kompol Kodrat Muh. Hartanto, S.IK dan Ketua FKPM memusnahkan barang bukti berupa anak panah (busur).

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Endi Sutendi, S.IK, S.H M.H dan Walikota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto menyerahkan HT (Handy Talk) sebanyak 10 unit untuk Bhabinkamtibmas Polsek Rappocini.

Dengan Apel kesadaran kamtibmas ini diharapkan akan muncul sinergitas antar Polri, TNI, Pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama mencegah dan menekan terjadinya perang kelompok.

Seperti yang seringkali kita dengar ataupun nonton banyaknya aksi tawuran yang tverjadi. Tawuran sendiri merupakan salah satu wujud gagalnya anak-anak untuk membentuk pribadinya menjadi pribadi yang positif, pribadi yang bermanfaat untuk orang lain.

Untuk itu perlu kita tahu apa sebenarnya penyebab tawuran tersebut?

Pertama, Faktor internal, merupakan faktor yang paling memberi pengaruh besar pada pola pikir dan tingkah laku remaja. Faktor ini dapat diperoleh melalui pembicaraan atau kebiasaan yang buruk yang mereka contoh dari orang lain.

Biasanya, remaja mudah sekali terpengaruh dan terperosok dalam kondisi yang sama, seperti kebiasaan berkata kotor, merokok, membolos, dan membenci kelompok remaja lain dengan sebab yang sebenarnya tidak mereka pahami sungguh-sungguh atau hanya ikut-ikutan membenci saja.

Pola pikiran mereka akan membentuk pola untuk memusuhi, membenci orang lain bahkan memunculkan pikiran untuk menyingkirkan orang yang dibenci untuk membuktikan bahwa mereka kuat dan berani.

Kedua, Fakor keluarga menduduki urutan nomor dua yang artinya keluarga sendiri sebenarnya turut andil dalam terbentuknya pribadi negatif pada anak.

Keluarga yang berantakan, tidak pernah menghargai keberadaan anak, selalu menuntut dan menyalahkan merupakan celah yang besar untuk anak-anak merasa tertekan dan memilih mencari kenyamanan di tempat lain yang anda tak pernah tahu kondisi pertemanan mereka di luar lingkungan keluarga anda sendiri.

Menjadi tidak nyaman dan tidak mendapatkan kasih sayang yang cukup dapat membuat psikologi anak-anak terganggu karena membuat mereka merasa tak diinginkan.

Ketiga, Faktor sekolah biasanya memberikan faktor yang cukup besar dalam sebab terjadinya tawuran. Perlakukan tidak adil antara murid satu dengan yang lain, memberikan informasi yang bersifat memusuhi sekolah lain, dan melabeli anak didik dengan “anak nakal” atau “anak kurang ajar” dapat membuat anak-anak menyimpan dendam yang akan mengganggu psikologi mereka.

Penulis : Taufik

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password