Dipicu Amarah, Seorang Kakek di Bone Tega Membacok Menantunya Sendiri

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Dipicu rasa marah, Atong (60), tega menganiaya Karman yang tidak lain adalah menantunya sendiri dengan sebilah parang lantaran sakit hati sang menantu kerap melakukan kekerasan terhadap istri dan mertua perempuannya.

Pemuda asal Desa Paccing, Kecamatan Patimpeng, Kabupaten Bone ini nyaris tewas ditangan mertua dengan luka sayatan dibagian kepala belakang, Minggu (17/9/17) malam.

Kapolsek Patimpeng Akp Zulaeni R. Tampilang yang dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut.

“Tersangka ini merupakan mertua korban, pemeriksaan sementara motif dari penganiayaan itu diduga karena korban (Karman) kerap melakukan kekerasan terhadap istri dan mertua perempuannya,” tutur Kapolsek.

Hingga berita ini diturunkan, Karman masih dirawat intensif di Puskesmas Kahu dengan luka sayatan di kepala belakang telinga kiri, sementara pelaku telah diamankan di rutan Polsek Patimpeng.

Dari sisi psikologis hingga kenapa orang begitu berani menganiaya korbannya yang merupakan keluarganya sendiri yakni diurutan pertama adanya pribadi yang terlalu obsesif sehingga menjadikan kekerasan adalah jalan terakhir untuk menyudahi semuanya.

Mereka yang terlalu Agresif juga sangat berisiko melakukan tindakan kekerasan hingga pembunuhan. Seolah-olah tak ada rasa takut dalam diri mereka. Orang dengan sifat agresif cenderung spontan dan berani. Orang-orang tipe ini mudah terpancing dalam kemarahan, sehingga tak segan untuk melakukan tindakan kekerasan pada orang lain.

Orang yang tertutup juga berbahaya. Orang dengan tipe tertutup boleh dibilang jarang berinteraksi dengan orang lain, sehingga ketika mereka kesal akan sesuatu hanya akan dipendam seorang diri. Bahayanya kemarahan yang menumpuk bisa saja meledak ketika masalah besar yang dia hadapi sudah menemui jalan buntu. Kadang kondisi demikian memaksa orang untuk berbuat kekerasan pada orang lain.

Menjadi pendendam, juga dapat memunculkan berbagai persoalan baru dikemudian hari. Ketika dia merasa disakiti maka dia dapat membalas rasa sakit hai itu dengan sesuatu yang lebih kejam dari apa yang dia alami.

Rasa Trauma yang mendalam juga dapat menyebabkan terjadi tindak kekerasan dan pembunuhan. Pengalaman-pengalam buruk dimasa lampau membuat seseorang berusaha melindungi dirinya sendiri dari hal-hal buruk yang dia anggap dapat hadir kembali di kehidupannya.

Itulah beberapa kondisi psikososial yang sangat mungkin mempengaruhi seseorang hingga akhirnya tega menganiaya bahkan membunuh orang lain di sekitar mereka. Tentunya masih banyak motif pembunuhan lain. Bahkan motif politik, SARA, faktor ekonomi pun bisa menjadi faktor tindak kekerasan hingga pembunuhan, belum juga termasuk berbagai persoalam kehidupan yang bisa menjadi pemicu begitu entengnya orang tanpa rasa takut untuk membunuh sesamanya.

Penulis : Harmeno

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password