Berbekal Informasi Masyarakat, Seorang Pelaku Narkoba Berhasil Ditangkap

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Unit Opsnal Satres Narkoba Polres Bulukumba berhasil mengamankan satu orang tersangka karena kepemilikan Narkoba golongan satu jenis Sabu, Jumat (15/09/17).

Kasat Narkoba Polres Bulukumba Akp Rujianto Dwi Poernomo, S.Ik. MH.,mengatakan tersangka berinisial AR (31) warga Jalan Bung Tomo Kelurahan Caile Kecamatan Ujung Bulu Kabupaten Bulukumba ditangkap di Desa Tacorong
Kecamatan Gantarang Kabupaten Bulukumba.

Artikel, Berbekal Informasi Masyarakat, Seorang Pelaku Narkoba Berhasil Ditangkap

“Penangkapan tersangka bermula dari adanya informasi l masyarakat yang mengatakan bahwa ada transaksi Narkoba di Desa Taccorong”, Ungkap Kasat Narkoba.

“Berbekal informasi tadi, anggota kami mulai melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengamankan tersangka dengan barang bukti berupa 1 (Satu) Sachet berisi kristal bening yang di duga narkotika golongan I jenis shabu dan 1(Satu) Unit Hand Phone Merk Samsung Duos lipat Warna Putih”, Terang Kasat Narkoba.

“Saat ini tersangka berikut barang bukti sudah kami amankan di Polres guna pengusutan dan pengembangan lebih lanjut,” tutup Akp Rujianto Dwi Poernomo.

Kasus penyalahgunaan narkoba meningkat dengan cepat di Indonesia, meskipun pemerintah dan masyarakat telah melakukan berbagai upaya. Penyalahgunaan narkoba memang sulit diberantas. Yang dapat dilakukan adalah mencegah dan mengendalikan agar masalahnya tidak meluas.

Sehingga merugikan masa depan bangsa, karena merosotnya kualitas sumber daya manusia terutama generasi mudanya. Penyalahgunaan narkoba berkaitan erat dengan peredaran gelap sebagai bagian dari dunia kejahatan internasional. Mafia perdagangan gelap memasok narkoba, agar orang memiliki ketergantungan, sehingga jumlah suplai meningkat.

Terjalin hubungan antara pengedar/bandar dan korban. Korban sulit melepaskan diri dari mereka, bahkan tak jarang mereka terlibat peredaran gelap, karena meningkatnya kebutuhan narkoba. Penderita ketergantungan obat-obatan terlarang atau kini umumnya berusia 15-24 tahun. Kebanyakan mereka masih aktif di Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, atau Perguruan Tinggi. Bahkan, ada pula yang masih duduk di bangku di Sekolah Dasar.

Penyalahgunaan narkoba biasanya diawali dengan pemakaian pertama pada usia SD atau SMP, karena tawaran, bujukan, dan tekanan seseorang atau kawan sebaya. Didorong pula oleh rasa ingin tahu dan rasa ingin mencoba, mereka mnerima bujukan tersebut. Selanjutnya akan dengan mudahnya untuk dipengaruhi menggunakan lagi, yang pada akhirnya menyandu obat-obatan terlarang dan ketergantungan pada obat-obatan terlarang.

Narkoba atau napza adalah obat/bahan/zat, yang bukan tergolong makanan. Jika diminum, diisap, dihirup, ditelan, atau disuntikam, berpengaruh terutama pada kerja otak (susunan saraf pusat) dan sering menyebabkan kertergantungan. Akibatnya, kerja otak berubah (meningkat atau menurun). Demikian pula dengan fungsi vital organ tubuh lain (jantung, peredaran darah, pernapasan, dan lain-lain).

Narkoba Jika diisap, atau dihirup, zat diserap masuk ke dalam pembuluh darah melalui saluran hidung dan paru-paru. Jika zat disuntikan, langsung masuk ke aliran darah. Darah membawa zat itu ke otak. Narkoba (narkotik, psikotropika, dan obat terlarang) adalah istilah penegak hukum dan masyarakat. Narkoba disebut berbahaya, karena bahan yang tidak aman digunakan atau membahayakan dan penggunaannya bertentangan dengan hukum atau melanggar hukum.

Oleh  karena itu, penggunaan, pembuatan, dan peredarannya diatur dalam undang-undang. Barang siapa yang menggunakan dan mengedarkannya di luar ketentuan hukum, dikenai sanksi pidana penjara dan hukuman denda.

Penulis : Harmeno

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password