Ikut Mengantar Jenazah, Cara Bripka Syamsumarlin Makin Dekat dengan Masyarakat

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Bhabinkamtibmas (Bhayangkara pembina keamanan masyarakat) merupakan sebutan lain bagi personil bintara Polri yang berdinas melakukan pembinaan dalam rangka mengajak masyarakat bersama-sama proaktif mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

Salah satu kegiatan sosial yang ditunjukkan oleh Bripka Syamsumarlin Bhabinkamtibmas Dusun Usa, Desa Lembang Lohe, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba  melaksanakan takziah ke rumah duka Syamsiah Binti Mangsing (almh.) salah satu warga Kampung Dusun Usa, Desa Lembang Lohe sekaligus mengantar Jenazah Almarhumah Syamsiah Binti Mangsing hingga di TPU Dusun Usa.

Bripka Syamsumarlin berkeyakinan, bahwa untuk membina Kamtibmas di sebuah desa, maka ia harus bisa menjadi bagian dari warga desa itu sendiri, merasakan apa yang dirasakan oleh semua warga, baik suka maupun duka.

“Turut berbela sungkawa, semoga amal ibadah almarhum diterima di sisinya serta untuk keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan keikhlasan, karena kita semua pada akhirnya akan berpulang kepadanya,” ucap Bripka Syamsumarlin.

Kapolsek Kajang AKP Syamsul Bahri, S.sos, M.M juga menerangkan bahwa sambang duka yang dilakukan personel Bhabinkamtibmas Lembang Lohe merupakan salah satu program Polisi yang bertujuan agar kehadiran polisi ditengah tengah masyarakat lebih dirasakan,tidak hanya pada saat masyarakat bergembira tetapi saat warga mengalami musibah kehadiran polisi juga sangat dirasakan, tambahnya.

Contoh baik yang dilakukan oleh Bripka Syamsumarlin Bhabinkamtibmas Dusun Usa yang turut mengantar jenazah warganya ke peristirahatan terakhir untuk diikuti oleh Polisi yang lain juga merupakan salah satu upaya yang dapat menumbuhkan empati masyarakat terhadap keberadaan Polri.

Dalam kehidupan masyarakat, Polisi memainkan banyak peran sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Mengatur lalu lintas, menegakkan hukum, menyidik perkara, memelihara keamanan dan ketertiban, dan melindungi keselamatan warga negara adalah sebagian dari tugas polisi. Istilah yang sering digunakan adalah melayani, melindungi, dan mengayomi.

Walaupun peran polisi sangat banyak, atau karena peran polisi sangat banyak, pengetahuan masyarakat mengenai polisi, motif polisi, dan tanggapan atau respons polisi, sangat terbatas. Ada ketidaktahuan dan ketidakpastian di masyarakat luas mengenai kinerja polisi.

Pada saat yang sama, dengan peran yang banyak tersebut, yang disertai dengan kewenangan yang dimiliki polisi berdasarkan konstitusi dan undang-undang, polisi memiliki peluang dan kesempatan untuk mengecewakan harapan-harapan masyarakat. Anggota Polri ada yang melakukan korupsi, pungutan liar, dan penyalahgunaan wewenang lainnnya.

Supaya kepercayan pulih, Polri bisa mengembangkan norma dan kode etik yang mewajibkan anggota supaya tidak mengkhianati warga masyarakat yang memercayainya.

Jika warga masyarakat bertemu dengan banyak polisi yang jujur, dan hanya sesekali mendapatkan polisi yang tak jujur, maka kepercayaan masyarakat akan meningkat. Selanjutnya, polisi akan memiliki reputasi atau nama baik. Kalau institusi Polri memiliki reputasi dan nama baik, anggota polisi akan merasa berkepentingan menjaga reputasi dan nama baik polisi di mata warganegara. Pada gilirannya pula, masyarakat akan semakin mempercayai polisi.

Polisi yang memiliki empati tinggi memiliki kemampuan menyelesaikan masalah yang lebih tinggi juga. Karena polisi berusaha memahami dan peduli dengan kebutuhan, kepentingan, dan keprihatinan masyarakat, maka polisi memiliki bekal informasi dan pengetahuan yang diperlukan supaya profesinya dapat dijalankan lebih baik.

Penulis : Abu Uwais

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password