Tekan Angka Kecelakaan, Satlantas Polres Bulukumba Pasang Papan Himbauan Dititik Rawan Kecelakaan

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Berdasarkan dari hasil survey yang telah dilaksanakan oleh Satuan Lalu Lintas Polres Bulukumba yang dipimpin oleh Kasat Lantas Polres Bulukumba Akp Muhammadi Muhtari bersama instansi terkait pada akhir bulan lalu, bahwa terdapat beberapa titik rawan kecelakaan di Kabupaten Bulukumba yang harus diperhatikan dan perlu diambil langkah – langkah pencegahan.

Oleh karena itu Satuan Lalu Lintas Polres Bulukumba yang diwakili oleh Kaur Bin Ops Lantas Iptu Hadi Rumanto bersama Personil, Pihak RSUD H.A. Sultan DG Radja, PT. Jasa Raharja Bulukumba, Dinas PU Bina Marga dan Dinas Perhubungan melakukan pemasangan rambu Himbauan Kamseltibcar Lantas di 4 titik rawan terjadi kecelakaan, Kamis (14/9/17).

Adapun lokasi titik rawan laka yang dipasangi rambu berlokasi di Poros Bulukumba-Bantaeng Kelurahan Jalanjang dan Kelurahan Mariorennu Kecamatan Gantarang serta Poros Bulukumba- Sinjai Dusun Bicari Desa Palambarae Kecamatan Gantarang dan Poros Bira Kecamatan Ujung Loe Kabupaten Bulukumba.

Kasat Lantas Polres Bulukumba Akp Muhammadi Muhtari ditempat terpisah mengatakan bahwa “Pemasangan rambu – rambu ini dilakukan agar masyarakat selaku pengguna jalan dapat berhati-hati dalam berkendara, Kegiatan pemasangan rambu ini juga merupakan rangkaian kegiatan Sat Lantas Polres Bulukumba dalam rangka menyambut HUT POLANTAS ke 62,” terangnya.

“Semoga dengan terpasangnya rambu peringatan bahaya kecelakaan ini, angka kecelakaan dapat turun secara drastis,” tambah Kasat Lantas.

Seperti yang diketahui kecelakaan lalu lintas menjadi salah satu pembunuh terbesar di jalan raya. Sebanyak 67 persen korban kecelakaan lalu lintas berada pada usia produktif, yakni antara usia 22-50 tahun.

Sebagaimana diketahui, masyarakat modern menempatkan transportasi sebagai kebutuhan turunan, akibat aktivitas ekonomi, sosial dan sebagainya. Bahkan dalam kerangka ekonomi makro, transportasi menjadi tulang punggung perekonomian, baik di tingkat nasional, regional dan lokal. Oleh karena itu, kecelakaan dalam dunia transportasi memiliki dampak signifikan dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat.

Di Indonesia, jumlah kendaraan bermotor yang meningkat setiap tahunnya dan kelalaian manusia, menjadi faktor utama terjadinya peningkatan kecelakaan lalu lintas. Selain korban kecelakaan lalu lintas lebih didominasi oleh usia muda dan produktif, sebagian besar kasus kecelakaan itu terjadi pada masyarakat miskin sebagai pengguna sepeda motor, dan transportasi umum.

Data yang berbeda dari Kementerian Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) menyebutkan, kecelakaan pengendara sepeda motor mencapai 120.226 kali atau 72% dari seluruh kecelakaan lalu lintas dalam setahun. Dengan korban yang demikian, dampak sosial kecelakaan lalu lintas adalah akan menciptakan manusia miskin baru di Indonesia, terutama terjadi pada keluarga yang ditinggal suami dan atau orang yang sebelumnya menjadi penopang hidup keluarga.

Secara umum kecelakaan lalu lintas yang terjadi disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kelalaian manusia, kondisi jalan, kelaikan kendaraan dan belum optimalnya penegakan hukum lalu lintas. Berdasarkan data Transportasi Indonesia, terdapat empat faktor penyebab kecelakaan, yakni kondisi sarana dan prasarana transportasi, faktor manusia dan alam.

Namun demikian, di antara keempat faktor tersebut, kelalaian manusia menjadi faktor utama penyebab tingginya angka kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran berlalu lintas yang baik bagi masyarakat, terutama kalangan usia produktif.

Penulis : Abu Uwais

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password