Ditreskrimsus Polda Sulsel Amankan 205 Ton Pupuk Ilegal di Maros

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Dit Reskrimsus Polda Sulsel mengamankan sebanyak 205 ton pupuk ilegal atau tidak memiliki izin edar dan kandungan pupuk tidak sesuai dengan SNI dan pendaftaran.

“Pupuk ilegal sebanyak 205 ton tersebut milik KN (48) diamankan dari dua pabrik yakni pabrik yang terletak di Dusun Tamangaseang Desa Botolempangan Kec. Bontoa Kab. Maros, dan pabrik yang berlokasi di Jl. Poros Kariango Desa Tenrigangkae Kec. Mandai Kab. Maros,” kata Kabid Humas Polda Sulsel saat merilis langsung dari lokasi Pabrik di Desa Botolempangan, Kamis (14/09/17).

Kabis humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani yang didampingi Wadirreskrimsus Polda Sulsel AKBP Juliart dan Kapolres Matros, mengatakan, dari pabrik Botolempangan yang beroperasi sejak tahun 2014, petugas berhasil mengamankan pupuk Ilegal siap jual sebanyak 2.600 zak atau 130 Ton.

Artikel, Ditreskrimsus Polda Sulsel Amankan 205 Ton Pupuk Ilegal di Maros1

“Sedangkan pabrik yang ada di Poros Kariango Mandai yang beroperasi sejak tahun 2004, personil Dit reskrimsus mengamankan sebanyak 1.500 zak atau 75 ton, dari kedua Pabrik ini dapat berproduksi dalam sehari 10 ton pupuk ilegal,” papar Kabid Humas.

Pupuk tersebut diproduksi dengan menggunakan bahan baku berupa batu kapur yang dihaluskan kemudian dikemas zak isi 50 Kg, selanjutnya dijual kepada pengecer atau langsung ke Petani yang ada di Pangkep, Belopa, Luwu Timur, Luwu Utara, Mangkutana dan Enrekang seharga Rp.25.000,- sampai Rp.35.000,- harga tersebut merupakan harga Pabrik.

Kasus ini berhasil diungkap anggota Subdit I Indag Dit Reskrimsus Polda Sulsel, pada Selasa (12/09) sekitar pukul 15.00 Wita saat melakukan penyelidikan dan ditemukan pabrik Pupuk Ilegal di Dusun Tamangesan, Bontoa Kab.Maros.

Kasus ini berawal dari temuan Sat reskrim Polres Enrekang, Sabtu (9/09/17) atas adanya perdagangan Pupuk Pupuk Pembenah Tanah merek ADB di Enrekang yang tidak memiliki Izin edar dari Kementerian Pertanian RI yang diketahui pupuk tersebut di produksi di Kab.Maros, sehingga Sat Reskrim Polres Enrekang berkoordinasi dengan Tim Reskrimsus Polda Sulsel.

Perbuatan KN (48) diduga melanggar  Pasal 62 ayat (1) Jo pasal 8 ayat (1) huruf a dan e UU RI No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman maksimal 5 tahun dan denda maksimal Rp2 miliar, atau Pasal 60 ayat (1) huruf f dan i UU RI No 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman dengan ancaman pidana 5 tahun denda Rp250 juta.

Penulis : Taufik

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password