Sejak Tahun 1928 Putra – Putri Papua Ikut Terlibat Dalam Sumpah Pemuda

Tribratanews.papua.polri.go.id. Polda Papua – Berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah sebuah kesepakatan yang final dari para putra – putri terbaik Papua yang bersama – sama dengan pemuda dari berbagai daerah di Indonesia. Kamis (14/09/17)

Hal ini ditegaskan oleh Ketua NU Papua KH. Tonny Wanggai “Pendiri NKRI, mereka yang tergabung dalam Pemuda dari berbagai daerah di Indoensia telah menyepakati untuk bergabung dalam sumpah pemuda,” jelas KH. Tonny Wanggai saat ditemui di kediamannya.

Jadi putra dan putri papua sejak dulu telah mengikrarkan untuk menjadi satu nusa, satu bangsa, dan satu tanah air Indonesia sejak tahun 1928.

Perlu diketahui bahwa sejak 28 Oktober 1928 Putra-Putri terbaik Papua ikut terlibat dalam Sumpah Pemuda, diterangkan oleh KH Tonny Wanggai seperti orang tua (Ayah dan Ibu) dari Ramses Ohee yang sekarang menjabat sebagai Ketua Barisan Merah Putih dan Kakek Saya Pak Atai Karubaba ikut didalam Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 di Jakarta.

Dijelaskan juga oleh KH. Tonny Wanggai bahwa pada tahun 1945 Putra-putra Papua juga ikut berjuang dalam mendirikan negara kesatuan republic Indonesia, seperti Frans Kaisepo, Silas Papare, Marten Indey, dan JA Dimara yang mana keempat orang tersebut sekarang merupakan Pahlawan Bangsa Indonesia asal Papua. Ini menjadi bukti sejarah bahwa NKRI ini berdiri atas keterlibatan dari tokoh tokoh papua pada saat itu.

Sejarah lain mencatat secara hukum pada tahun 19 november 1969 keluar resolusi PBB bahwa papua yang waktu itu irian barat merupakan bagian dari republic Indonesia yang sah. Dan hal itu didukung oleh banyak negara luar dan tidak ada yang menolak.

Dengan adanya Otsus bagi Papua, ini merupakan kewenangan penuh untuk mengelola Papua, kita menjadi pemimpin di negeri sendir, saya rasa itu sudah solusi terbaik untuk masyarakat Papua.

Sebagai Tokoh Agama dan juga anak dari pelaku sejarah PEPERA (Penentuan Pendapat Rakyat) Pak YAN WANGGAI yang ikut menentukan bergabungnya Papua ke NKRI dari 1025 orang dan juga sebagai pendiri Gerakan Merah Putih di Manokwari, KH. Tonny Wanggai mengajak kepada pemuda pemudi papua mari kita belajar dengan baik agar  dengan Pendidikan yang tinggi Karena sebuah peradaban akan berkembang dengan ditopang oleh Pendidikan yang baik, dan para pemuda pemudi papua harus memahami sejarah berdirinya NKRI.

Sudah sangat arif dan bijaksana pemerintah pusat memberikan OTSUS yang luar biasa kepada rakyat papua bahkan adanya MAJELIS RAKYAT PAPUA itu merupakan penghargaan kepada kultur budaya papua yang tidak ada pada provinsi2 lain. Begitu juga dengan dana yang diberikan sangat luar biasa sehingga menimbulkan kecemburuan dari provinsi lain. Tinggal bagaimana para pemimpin daerah mengelolah dana otsus ini dengan baik sehingga dapat mensejahterakan rakyat papua, tutup KH. Tonny Wangai.

Editor                    : Sosra Anthoni

Publish                 : Fajar Surya Irianto

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password