Polres Bulukumba Kembali Ringkus Dua Pelaku Narkoba

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Satuan Reserse Narkoba Polres Bulukumba berhasil mengamankan 2 (dua) orang pria berinisial AI (26) dan AN (32) terduga pelaku penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu, Rabu (14/09/17).

Kapolres Kapolres Bulukumba Akbp M Anggi Naulifar Siregar mengatakan, penangkapan tersangka berawal dari penyelidikan yang dilakukan anggota Sat Resnarkoba.

“Kami mendapat informasi bahwa yang bersangkutan diduga menyimpan, memiliki, menguasai dan atau menggunakan Narkotika jenis Sabu-sabu,” ungkapnya.

Dari tangan kedua tersangka saat dilakukan penggeledahan tidak ditemukan 1 Sachet berisi kristal bening yang di duga Narkotika golongan I jenis Sabu, 1 Unit Hand Phone Merk Samsung Duos lipat Warna Putih.

Penangkapan kedua tersangka berawal pada saat Personil Sat Narkoba yang dipimpin oleh Kasat Narkoba Polres Bulukumba Akp Rujianto Dwi Poernomo mendapat informasi terkait adanya transaksi Narkoba.

Personel kemudian langsung melakukan penangkapan serta penggeledahan badan terhadap AI (26) dan di temukan barang bukti berupa 1 (Satu) Sachet berisi kristal bening diduga Narkotika golongan I jenis Sabu.

Berdasarkan keterangan terduga bahwa barang bukti tersebut diperoleh dari AN (32) kemudian dilakukan penangkapan dan penggeladahan badan serta rumah milik AN (32) namun tidak ditemukan barang bukti.

“Saat ini kasus tersebut akan dikembangkan lebih lanjut dan tersangka beserta barang buktinya diamankan di Mapolres Bulukumba guna penyidikan lebih lanjut,” imbuh AKBP M Anggi Naulifar Siregar.

Tersangka akan dijerat dengan Pasal 112 ayat (1) dan atau Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 4 hingga 12 tahun penjara.

Sikap tegas Pemerintah Indonesia untuk melawan narkoba, disikapi Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian beberapa waktu lalu. Jenderal Polisi Tito Karnavian menegaskan, pihak kepolisian tidak main-main dalam mengungkap peredaran narkoba di Indonesia. Bahkan, Kapolri ini menyatakan pihaknya tak segan-segan menembak mati bandar narkoba asing yang berani masuk ke Indonesia.

Begitu seriusnya ancaman narkoba yang dapat merusak keberlangsungan hidup generasi muda, maka aparat Polri diminta bersikap tegas terhadap pelaku narkoba. Kapolri mewarning akan melakukan evaluasi terhadap jajarannya yang minim dalam mengungkapkan peredaran narkoba.

Orang nomor satu di tubuh Polri ini menginstruksikan kepada jajaran kepolisian agar tidak takut meringkus bandar narkoba, termasuk juga bandar asing yang masuk ke Indonesia ini. Kepada bandar narkoba, Tito berpesan untuk tidak main-main di Indonesia. Dia bahkan mengancam para bandar narkoba akan berakhir di kamar jenazah jika berani bermain-main.

Dampak bahaya penyalahgunaan narkoba sendiri  bisa berdampak bagi fisik, psikologis dan dampak sosial ekonomi.

Dampak fisik yang ditimbulkan antara lain : gangguan pada sistem saraf (neorologis), kejang-kejang, halusinasi, gangguan kesadaran, kerusakan saraf tepi, gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler), infeksi akut otot jantung, gangguan peredaran darah, gangguan pada kulit (dermatologis), penanahan, bekas suntikan dan alergi, gangguan pada paru-paru (pulmoner), penekanan fungsi pernapasan, kesukaran bernafas, penggesaran jaringan paru-paru, pengumpulan benda asing yang terhirup, dapat terinfeksi virus HIV dan AIDS, akibat pemakain jarum suntik secara bersama-sama.

Dampak psikologis, antara lain berfikir tidak normal, berperasaan cemas, tubuh membutuhkan jumlah tertentu untuk menimbulkan efek yang diinginkan, ketergantungan/selalu membutuhkan obat.

Sedang dampak sosial dan ekonomi yakni : selalu merugikan masyarakat baik ekonomi, sosial, kesehatan dan hukum.

Penulis : Rosdiana

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password