Polres Sidrap Terjunkan Ratusan Personel Amankan Pilkades Serentak

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Sedikitnya 116 personel polisi diterjunkan guna mengamankan pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di Kabupaten Sidrap, Sulsel yang digelar hari ini, Kamis (14/9/17) Pagi.

“Personel yang kami terjunkan ini merupakan gabungan dari satuan fungsi baik reskrim, intel, sabhara dan gabungan staf serta dibantu oleh polsek,” tutur Kapolres Sidrap, AKBP Witarsa Aji

Ia menjelaskan, pemilihan kepala desa serentak di Kabupaten Sidrap digelar di 18 desa dan merupakan kali kedua, setelah pemberlakukan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2016 tentang Desa.

Menurutnya, pola pengamanan pelaksanaan pilkades serentak kali ini, disesuaikan dengan tingkat kerawanan.

“Desa yang dianggap rawan, jumlah personel yang kami terjunkan lebih banyak dibanding desa yang masuk kategori aman,” ujar kapolres.

Berdasarkan hasil pemantauan tim intelijen di lapangan selama ini, sambung dia. Desa rawan dan sangat rawan itu memiliki ciri-ciri antara lain, calonnya lebih dari dua orang, jumlah pemilih cukup besar dan lokasinya sulit dijangkau oleh alat transportasi.

“Untuk desa yang masuk kategori rawan dan sangat rawan ini, nantinya kita terjunkan personel dengan jumlah yang lebih banyak,” ucap kapolres.

Kapolres menjelaskan, saat ini, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan para pihak terkait, guna mencegah terjadinya konflik saat dan pasca-pelaksanaan pilkades serentak itu.

“Kami juga telah meminta bantuan para tokoh ulama, tokoh masyarakat untuk proaktif ikut menjaga situasi di Sidrap ini, agar tetap kondusif,” katanya.

Kepada para calon kepala desa yang bersaing memperebutkan dukungan massa, Kapolres meminta agar mereka bersedia menerima kenyataan politik yang akan terjadi, baik kalah maupun menang.

“Kepala para calon kami meminta agar tidak menggerakkan pendukungnya. Apabila ditemukan ada kecurangan dalam tahapan pelaksanaan, kami meminta agar diproses melalui jalur hukum, karena negara kita ini adalah negara hukum,” tuntasnya.

Pemilihan Kepala Desa, atau seringkali disingkat Pilkades, adalah suatu pemilihan Kepala Desa secara langsung oleh warga desa setempat. Berbeda dengan Lurah yang merupakan Pegawai Negeri Sipil, kepala desa merupakan jabatan yang dapat diduduki oleh warga biasa.

Pilkades dilakukan dengan mencoblos tanda gambar Calon Kepala Desa. Pilkades telah ada jauh sebelum era Pilkada Langsung. Akhir-akhir ini ada kecenderungan Pilkades dilakukan secara serentak dalam satu kabupaten, yang difasilitasi oleh Pemerintah Daerah. Hal ini dilakukan agar pelaksanaannya lebih efektif, efisien, dan lebih terkoordinasi dari sisi keamanan.

Pemilihan kepala desa merupakan praktek demokrasi di daerah pedesaan yang menyangkut aspek legitimasi kekuasaan dan aspek penentuan kekuasaan sehingga akan mengundang kompetisi dari golongan minoritas untuk merebut jabatan kepala desa untuk mendapatkan jabatan kepala desa tersebut di butuhkan partisipasi aktif dari masyarakat yang pada hakekatnya merupakan suatu kewajiban pada masyarakat itu sendiri dalam pemilihan kepala desa.

Pemilihan Kepala Desa dapat dijadikan sebagai sarana pendidikan politik masyarakat. Dalam arti yang sempit, pendidikan politik dapat diartikan sebagai usaha sadar untuk mengubah proses sosialisasi politik masyarakat sehingga mereka memahami dan mengahayati nilai-nilai yang terkandung dalam suatu sistem politik ideal yang hendak dibangun.

Pemilihan Kepala Desa dalam kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan yang diakui keberadaannya berlaku ketentuan hukum adat setempat yang ditetapkan dalam Peraturan Daerah dengan berpedoman pada Peraturan Pemerintah.

Dalam Peraturan Pemeritah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa, menyebutkan bahwa Pemilihan Kepala Desa dipilih langsung oleh penduduk desa dari calon yang memenuhi syarat, pemilihan Kepala Desa bersifat langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil yang dilaksanakan melalui tahap pencalonan dan tahap pemilihan.

Untuk pencalonan dan pemilihan Kepala Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) membentuk panitia pemilihan yang terdiri dari unsur perangkat desa, pengurus lembaga kemasyarakatan, dan tokoh masyarakat.

Pemilihan kepala desa bertujuan untuk memilih calon kepala desa yang bersaing dalam pemilihan kepala desa untuk dapat memimpin desa.

Penulis : Sumarwan

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password