Keroyok Temannya, Tiga Pelajar di Bone Ditangkap Polisi

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Polsek Tonra mengamankan tiga orang pelajar karena diduga melakukan pengeroyokan terhadap teman sebayanya, ketiganya berinisial DRH (15) HH (16) dan NA ( 17), Senin (11/9/17).

Korban yang diketahui berinisial ER (15) asal Dusun Karamai Kelurahan Pancaitana, Kecamatan Salomekko kini terbaring lemah setelah mendapat pukulan dari ketiga pelaku di Dusun Biccoing Kecamatan Tonra.

Peristiwa tersebut bermula saat ER balik dari bendungan Salomekko dengan mengendarai sepeda motor, di tengah perjalanan ER dihadang oleh ketiga pelaku DRH, HH dan NA, dan langsung melakukan pengeroyokon dengan memukul korban di bagian muka secara bergantian.

Atas kejadian tersebut, korban mengalami luka memar dan mengalami pendarahan pada bagian hidung.

Mengetahui hal itu aparat kepolisian Sektor Tonra langsung melakukan pengejaran terhadap para pelaku, alhasil ketiganya berhasil diciduk dan digiring ke Mapolsek Tonra untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, Kapolsek Tonra Akp Ramli, RA menduga motif penganiayaan ini dipicu dendam.

“pemeriksaan sementara, motif penganiayaan dipicu dendam,” singkat Ramli.

Penganiayaan pada akhir-akhir ini sering terjadi dimana-mana, bahkan beritannya sering muncul di stasiun-stasiun TV, penganiayaan dilakukan karena berbagai masalah, kadang-kadang penganiaayan terjadi hanya karena masalah sepeleh saja misalnya akibat tersinggung, salah paham, dendam, dan masih banyak lagi.

Banyak faktor yang menyebabkan orang tega melakukan penganiayaan, diantaranya :

1.Hasad dengki berlaku disebabkan perasaan tidak senang hati satu  pihak disebabkan kelebihan yang ada pada pihak lain yang tidak ada padanya.

2.Tamak berlaku disebabkan sikap tidak mau kelebihan yang  ada pada dirinya dimiliki juga orang lain. Ini juga disebabkan sikap tidak mahu sesuatu peluang didahului oleh orang lain.

3.Tidak berupaya melawan nafsu. berlaku disebabkan emosi atau nafsu yang memuncak sehingga dirinya dikuasai oleh nafsu.

4.Dendam atau cemburu berlebihan. berlaku disebabkan seseorang itu merasakan bahwa dia tidak atau kurang diberi perhatian atau merasakan orang lain mendapat layanan yang lebih daripadanya.

Dalam Islam kita dilarang menganiaya atau menzalimi orang sebab kezaliman akan menjadi kegelapan di akhirat kelak, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Takutlah kalian berbuat zalim, karena kezaliman itu menjadi kegelapan demi kegelapan di hari kiamat” (HR. Muslim).

Kezaliman juga adalah kebangkrutan di akhirat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah pertanya kepada para sahabat, “Tahukan kalian siapa itu orang yang bangkrut?”, Mereka menjawab:

“Orang yang bangkrut di kalangan kami adalah orang yang tidak lagi memiliki uang dan barang”.

Beliau lalu menerangkan:

“Sesungguhnya orang yang bangkrut diantara umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa amal shalat, puasa dan zakat. Disamping itu, ia juga membawa dosa mencaci maki, menuduh, mengambil harta orang lain, menumpahkan darah, dan memukul orang lain. Maka tiap-tiap orang yang dizaliminya dibayar dengan amal baiknya. Kalau habis amal baiknya, sedangkan tanggungannya belum terbayar, maka diambil sebagian dari dosa-dos mereka lalu ditimpakan kepadanya, kemudian ia dicampakkan ke dalam api neraka” (Hr. Muslim)

Penulis : Rosdiana

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password