Tegur Pengendara Motor yang Balap-balap, Remaja Ini Malah Dapat Tonjok

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, AN Bin MU, anak berusia 16 tahun warga jalan Talumae, jalan Cempalagi, Kelurahan Bukaka, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, harus merasakan sakit pada muka dan lehernya setelah dipukul oleh salah seorang oknum mahasiswa di Bone. Peristiwa tersebut terjadi tak jauh dari kediaman korban, Senin (11/9/17) malam.

Tersangka yang diketahui bernama Dandi (20) warga Pappolo, Watampone, diduga tega melakukan penganiayaan karena tak terima rekannya ditegur oleh korban saat mengendarai motor dalam kecepatan tinggi melintas di depan korban.

“Napukul mukaku pak baru jatuhka jadi sakit juga leherku,” ungkap AN di hadapan Polisi.

Korban yang masih anak dibawah umur, kesehariannya bekerja sebagai tukang batu itu melaporkan hal yang dialami ke Polsek Tanete Riattang, Selasa (12/9/2017) pagi.

Kapolsek Tanete Riattang Kompol Andi Asdar membenarkan peristiwa tersebut dan akan memproses sesuai dengan hukum yang berlaku, “Laporan telah kami terima dan saat ini proses hukumnya sementara berjalan,” tutur Andi Asdar.

Penganiayaan pada akhir-akhir ini sering terjadi dimana-mana, bahkan beritannya sering muncul di stasiun-stasiun TV, penganiayaan dilakukan karena berbagai masalah, kadang-kadang penganiaayan terjadi hanya karena masalah sepeleh saja misalnya akibat tersinggung, salah paham, dendam, dan masih banyak lagi.

Banyak faktor yang menyebabkan orang tega melakukan penganiayaan, diantaranya :

1.Hasad dengki berlaku disebabkan perasaan tidak senang hati satu  pihak disebabkan kelebihan yang ada pada pihak lain yang tidak ada padanya.

2.Tamak berlaku disebabkan sikap tidak mau kelebihan yang  ada pada dirinya dimiliki juga orang lain. Ini juga disebabkan sikap tidak mahu sesuatu peluang didahului oleh orang lain.

3.Tidak berupaya melawan nafsu. berlaku disebabkan emosi atau nafsu yang memuncak sehingga dirinya dikuasai oleh nafsu.

4.Dendam atau cemburu berlebihan. berlaku disebabkan seseorang itu merasakan bahwa dia tidak atau kurang diberi perhatian atau merasakan orang lain mendapat layanan yang lebih daripadanya.

Dalam Islam kita dilarang menganiaya atau menzalimi orang sebab kezaliman akan menjadi kegelapan di akhirat kelak, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Takutlah kalian berbuat zalim, karena kezaliman itu menjadi kegelapan demi kegelapan di hari kiamat” (HR. Muslim).

Kezaliman juga adalah kebangkrutan di akhirat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah pertanya kepada para sahabat, “Tahukan kalian siapa itu orang yang bangkrut?”, Mereka menjawab:

“Orang yang bangkrut di kalangan kami adalah orang yang tidak lagi memiliki uang dan barang”.

Beliau lalu menerangkan:

“Sesungguhnya orang yang bangkrut diantara umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa amal shalat, puasa dan zakat. Disamping itu, ia juga membawa dosa mencaci maki, menuduh, mengambil harta orang lain, menumpahkan darah, dan memukul orang lain. Maka tiap-tiap orang yang dizaliminya dibayar dengan amal baiknya. Kalau habis amal baiknya, sedangkan tanggungannya belum terbayar, maka diambil sebagian dari dosa-dos mereka lalu ditimpakan kepadanya, kemudian ia dicampakkan ke dalam api neraka” (Hr. Muslim)

Penulis : Bara

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password