Sambangi Desa Terpencil, Kapolres Sidrap Ajak Masyarakat Pelihara Keamanan

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Kapolres Sidrap AKBP Witarsa Aji beserta rombangan yang tergabung dalam beberapa komunitas motor trail menyambangi desa terpencil tana toro Kecamatan Pitu Riase Kabupaten Sidrap, Sabtu (9/9/17) pagi

Rombongan yang dipimpin langsung oleh Kapolres start dari rumah jabatan yang menempuh jarak sekitar 85 kilometer dan melintasi pegunungan serta menyeberangi beberapa anak sungai.

Hal tersebut tak menyurutkan semangat Kapolres bersama rombongan demi untuk bertemu langsung dan bersilaturrahmi dengan warganya.

Tepat pukul 17.15 WITA rombongan tiba di desa yang memiliki jumlah penduduk lebih dari 2000 jiwa dan disambut langsung oleh Kepala desa tana toro Abdullah Paba serta sejumlah warga yang sangat antusias bertemu dengan Kapolres.

Dalam Silaturrahminya, mantan Kapolres Enrekang ini berpesan kepada warga untuk senantiasa bersatu dan kompak dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

“Saat ini jumlah penduduk tidak sebanding dengan jumlah polisi, kami sangat terbatas sedangkan Harkamtibmas merupakan tanggung jawab kami, tanpa dukungan dari masyarakat kami tidak bisa berbuat banyak” ujar Witarsa

Pria yang hobby menunggangi motor trail tersebut juga mengharapkan kepada warga agar tetap waspada terhadap perkembangan kejahatan yang semakin meningkat.

“Di era yang semakin modern ini tingkat kejahatan pun semakin berkembang seperti penyalahgunaan narkotika, hoaks, radikalisasi, persekusi, terorisme dan kejahatan yang berimplikasi pada bentrok antar suku, ras dan agama. Untuk itu melalui silaturrahmi ini mari kita saling harga menghargai, hormat menghormati dan menjaga silaturrahmi antar sesama” lanjutnya

Kapolres juga menekankan sinergitas dan hubungan yang harmonis antara warga dan polri.

“Saya juga berpesan agar masyarakat senantiasa melaporkan kepada kami apabila ada hal yang mencurigakan, ini guna mengantisipasi hal buruk yang dapat terjadi di tengah-tengah masyarakat,” tutupnya.

Inti dari perbincangan Kapolres Sidrap adalah agar para mahasiswa bisa bersinergi dengan pihak Kepolisian untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban kampus mengingat pentingnya nikmat rasa aman ditengah-tengah masyarakat.

Coba kita perhatikan bagaimana jika kita hidup di lingkungan yang tidak aman. Misal, di sekitar kita banyak pemabuk. Malam hari penuh keributan dan keonaran. Atau mungkin yang lebih parah di sekitarnya terjadi peperangan, tentu hidup jadi tidak tenang. Maka syukurilah jika kita mendapat lingkungan yang penuh ketenangan dan masyarakatnya beradab.

Allah memerintahkan kepada kita beribadah kepada-Nya sebagai wujud nikmat aman yang dianugerahkan pada kita.

“Karena kebiasaan orang-orang Quraisy, (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas. Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka’bah). Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.” (QS. Al Quraisy: 1-4)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menyatakan bahwa rasa aman adalah suatu nikmat yang besar. Coba perhatikan hadits berikut.

Dari ’Ubaidillah bin  Mihshan  Al Anshary dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

“Barangsiapa di antara kalian mendapatkan rasa aman di rumahnya (pada diri, keluarga dan masyarakatnya), diberikan kesehatan badan, dan memiliki makanan pokok pada hari itu di rumahnya, maka seakan-akan dunia telah terkumpul pada dirinya.” (HR. Tirmidzi no. 2346, Ibnu Majah no. 4141. Abu ’Isa mengatakan bahwa hadits ini hasan ghorib).

Oleh karenanya nikmat ini jangan sampai diingkari. Allah Ta’ala berfirman,

“Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat” (QS. An Nahl: 112).

Gara-gara mengingkari nikmat, akhirnya datanglah musibah. Bentuk dari menginkari nikmat adalah dengan mendustakan ajaran Rasul.

“Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka seorang rasul dari mereka sendiri, tetapi mereka mendustakannya; karena itu mereka dimusnahkan azab dan mereka adalah orang-orang yang zalim.” (QS. An Nahl: 113).

Semoga kita menjadi hamba Allah yang bersyukur terutama saat kita mendapatkan rasa aman dan tentram dalam kehidupan kita.

Penulis : Sumarwan

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password