Nge-Trail di Desa, Kapolres Sinjai Berikan Santunan kepada Warga Kurang Mampu

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Kapolres Sinjai Akbp Ardiansyah bersama beberapa personil Polres Sinjai dengan menggunakan motor X-Trail mengunjungi warga yang kurang mampu di Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, Minggu (10/9/17).

Kapolres Sinjai mengunjungi Cekong (60) warga kurang mampu di Dusun Soppeng, Desa Turungan Baji, Kecamatan Sinjai Barat. Cekong merupakan salah satu warga yang masuk kategori kurang mampu dan cacat yang tinggal seorang diri.

Pada kunjungan ini, Kapolres Sinjai didampingi Kapolsek Sinjai Barat Akp Kasri, SH dan  Bhabinkamtibmas Desa Turungan Baji Brigpol Ilham Nur, dalam rangka untuk memberikan bantuan sembako dan tali asih.

Kapolres Sinjai terketuk hatinya mengunjungi warga kurang mampu tersebut, karena selain tidak mampu dia sudah tua dan juga cacat serta tinggal seorang diri, sehingga membutuhkan uluran tangan sesama untuk meringankan beban hidup sehari-harinya.

Kapolres Sinjai berharap semoga dengan bantuan ini dan seluruh masyarakat yang mampu lainnya tergerak hatinya untuk membantu ala kadarnya.

“Ini sebagai wujud kepedulian antar sesama yang membutuhkan bantuan. Bagi yang mempunyai rejeki lebih agar bisa menyisihkan sedikit kepada warga kurang mampu, dan melalui kegiatan seperti ini mudah-mudahan kita dapat memberikan bantuan sedikit untuk membantu saudara kita yang membutuhkan,” harap Ardiansyah.

Apa yang dilakukan Kapolres Sinjai merupakan bukti keimanan, dengan bersedekah seseorang akan mendapatkan banyak keutamaan.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya tentang sedekah yang paling utama, dan jawaban beliau dikaitkan dengan sifat dan kondisi orang yang bersedekah.

Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu menceritakan, bahwa ada seseorang yang bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Ya Rasulullah, sedekah apakah yang paling afdhal?

Jawab Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,

Sedekah yang engkau berikan ketika engkau masih muda, pelit harta, bertumpuk angan-angan untuk hidup mewah, dan takut bangkrut. (HR. Ahmad 7407, Nasai 2554, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Betapa sulitnya orang bersedekah di saat dia sedang mengejar kariernya, harapannya, obsesinya, dan cita-citanya. Mungkin dia butuh perang batin untuk bisa mengeluarkan Rp 20 rb. Karena itulah, nilainya lebih afdhal dari pada yang lainnya.

Hanya saja, ada beberapa keterangan ulama yang menganjurkan sedekah di hari jumat, mengingat keutamaan hari jumat itu.

Kaidah umum terkait tingkatan keutamaan amal, bahwa amal yang dikerjakan di waktu mulia, memiliki nilai keutamaan yang lebih besar, dibandingkan amal yang dikerjakan di waktu kurang mulia.

Berikut kita akan simak beberapa keterangan ulama tentang keutamaan sedekah hari jumat,

Pertama, keterangan as-Syarbini – ulama Syafiiyah – (w. 977 H)

Dalam kitabnya al-Iqna fi Halli Alfadz Abi Syuja’, beliau menjelaskan tentang hari jumat. Beliau menyatakan tentang sedekah hari jumat,

Dianjurkan memperbanyak sedekah dan beramal soleh di hari jumat atau malam jumat. Memperbanyak shalawat untuk Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di malam atau siang hari jumat. Berdasarkan hadis: “Sesungguhnya hari yang paling afdhal adalah hari jumat. Karena itu, perbanyaklah membaca shalawat untukku. Karena shalawat kalian diperlihatan kepadaku.” (al-Iqna’, 1/170)

Kedua, keterangan Ibnul Qoyim – ulama hambali – (w. 751),

Dalam kitabnya Zadul Ma’ad, beliau menyebutkan beberapa keistimewaan hari jumat,

Bahwa sedekah di hari jumat memiliki keistimewaan khusus dibandingkan hari yang lain. Sedekah di hari jumat, dibandingkan dengan sedekah di hari yang lain, seperti perbandingan antara sedekah di bulan ramadhan dengan sedekah di selain ramadhan. Saya pernah melihat Syaikhul Islam – rahimahullah – apabila beliau berangkat jumatan, beliau membawa apa yang ada di rumah, baik roti atau yang lainnya, dan beliau sedekahkan kepada orang di jalan diam-diam. Saya pernah mendengar beliau mengatakan,

“Apabila Allah memerintahkan kita untk bersedekah sebelum menghadap Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka bersedekan sebelum menghadap Allah lebih afdhal dan lebih besar keutamaannya.” (Zadul Ma’ad, 1/407).

Karena itu, tradisi di masyarakat kita dengan memberikan infaq setiap jumatan, insyaaAllah termasuk tradisi yang baik. Meskipun kita menganjurkan agar semacam ini tidak dibatasi selama hari jumat saja. Termasuk, tidak membatasi hanya diberikan untuk masjid saja. Banyak masjid di sekitar kita danannya melimpah. Sementara di sebelahnya ada orang muslim soleh yang lebih membutuhkan bantuan.

Penulis : Abu Uwais

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password