Kapolda: Narkoba itu Persoalan Bangsa, Kita Butuh Perlawanan Komprehensif

Tribratanews.polri.go.id – MAKASSAR – Narkoba adalah persoalan bangsa. Kejahatan narkoba sudah memasuki semua sendi, hingga tidak ada lagi jalan lain kecuali melalui pemberantasan secara komprehensif.
Demikian harapan Kapolda Sulsel Irjen Pol Muktiono, saat pemusnahan ribuan barang bukti narkoba di Mapolda Sulsel, Jumat (13/1/2017). Pemusnahan barang bukti narkoba ini turut disaksikan Kajati Sulselbar, Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang dan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto.
Barang bukti narkoba yang dimusnahkan berupa 15,3 kg sabu-sabu berikut 1.966 butir pil ekstasi. Barang bukti ini adalah hasil kejahatan dalam dua bulan terakhir, November dan Desember 2016.
Berikut ini rincian hasil pengungkapan kasus narkoba November dan Desember 2016. Pertama, sabu-sabu seberat 9,6 kg hasil pengungkapan Satuan Narkoba Polresta Pelabuhan dengan jumlah tersangka 6 orang.
Selanjutnya, sabu-sabu seberat 3 kg dari hasil pengungkapan Satuan Narkoba Polres Parepare dengan jumlah tersangka sebanyak satu orang. Ada pula sabu-sabu seberat 2,7 kg dari hasil pengungkapan Tim Subdit 3 Dit Res Narkoba Polda Sulsel dengan jumlah tersangka dua orang.
Sementara itu, turut dimusnahkan ekstasi sebanyak 1.996 butir dari hasil pengungkapan Tim Subdit 3 Dit Res Narkoba Polda Sulsel dengan jumlah tersangka sebanyak 4 orang. Sehingga jumlah total sabu hasil tangkapan yang dimusnahkan mencapai 15,3 kg.
Sepanjang 2016 Polda Sulsel mencatat telah mengungkap 1.791 kasus dengan barang bukti sabu-sabu sebanyak 49,9 kg. Termasuk ekstasi sebanyak 2.435 butir, berikut ganja 947 gram dan daftar G sebanyak 63.248. Dari kasus ini, diamankan 2.685 tersangka.
Angka kasus ini naik dibanding setahun sebelumnya 2015, yang mencatat 1.376 kasus. Secara akumulatif, jumlah barang bukti juga meningkat termasuk tersangka atau jika dipersentasekan naik mencapai 30,15 persen.
Kapolda mengatakan, angka ini tentu menjadi cerminan sudah begitu masifnya peredaran narkoba di masyarakat. Kata dia, saatnyalah sekarang perlawanan komprehensif dilakukan. Tidak lagi secara parsial atau sendiri-sendiri.
“Upaya pemberantasan harus melibatkan semua elemen masyarakat dan pemerintah. Narkoba ini sudah menjadi persoalan anak bangsa, semua harus terlibat,” jelasnya.
Kapolda mengingatkan, narkoba sudah masuk sampai ke strata masyarakat paling bawah. Jadi tindakan represif aparat saja tidak cukup.
Dibutuhkan upaya pencegahan. Dan pencegahan hanya bisa dilakukan kalau pemerintah, orang tua, lingkungan sekolah dan masyarakat terlibat aktif mengampanyekan bahaya narkoba, demi menyelamatkan generasi.
Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang ¬†memuji keseriusan jajaran Polda Sulsel dalam upaya pemberantasan narkoba. Ia mengatakan, banyaknya kasus yang diungkap dari tahun ke tahun menunjukkan kinerja kepolisian semakin baik.
Hanya saja, perlawanan terhadap narkoba harus lebih masif. Pencegahan dan pemberantasan menurut Agus, bukan lagi wilayah tanggung jawab polisi semata. Masyarakat juga berperan besar menutup pintu-pintu masuk para pengedar.
“Minimal masyarakat harus berani melapor kalau menemukan kejahatan narkoba di wilayahnya. Sekarang bukan lagi saat menumpukan semua pada polisi, karena narkoba sudah menyentuh semua kalangan. Masyarakat harus berperan aktif,” jelasnya.
Wakil Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengatakan, upaya keras aparat kepolisian sangat membantu memutus mata rantai peredaran narkoba di Makassar. Ia sepakat dengan Kapolda, kepolisian tidak boleh bekerja sendiri, masyarakat harus turut mengambil peran.
“Sekolah, lingkungan dan keluarga adalah benteng utama mencegah bahaya narkoba. Kita tidak boleh apatis lagi, kalau tidak, kita akan kehilangan generasi kita,” katanya.
Danny mengaku prihatin karena sasaran peredaran narkoba saat ini adalah anak-anak di bawah umur serta remaja produktif. Di Makassar sudah tidak terhitung lagi berapa banyak kasus narkoba anak yang diungkap polisi. Menurutnya, ini menjadi alarm bagi orang tua dan sekolah agar lebih intens menjaga dan melindungi generasi kita dari pengaruh buruk lingkungan.
“Karena itu kami menggagas sejak tahun lalu interakhir siswa dan guru yang positif di sekolah. Ini menciptakan kegiatan-kegiatan positif. Dengan begitu anak-anak akan terhindar dari pengaruh buruk di lingkungannya. Ini juga salah satu konsep pencegahan dalam membantu polisi,” kunci Danny.
2017-01-13 13.45.058

Admin Polri54172 Posts

tribratanews.polri.go.id "Portal Berita Resmi Polri : Obyektif - Dipercaya - Patisipatif"

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password