Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Ungkap Peredaran Obat-obatan Tanpa Ijin

15940731_1395124050511903_4801156247427674776_nTribatanews.polri.go.id Jakarta – Aparat Subdit Indag Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya mengungkap kasus peredaran obat keras yang diduga palsu karena tanpa izin dari Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, mengungkapkan dua pelaku berinisial M (33) dan MS (50) telah diamankan Polda Metro Jaya.

Setelah melakukan penangkapan, Polda Metro Jaya mengembangkan kasus ini dengan menggerebek lima tempat berbeda, pada Rabu 7/12/2016 dan Rabu 11/1/2017

Lima tempat itu, yaitu Apotek Vico Tama Banten, rumah tinggal milik tersangka M di Tangerang, Apotek Salembaran Jaya Kosambi Tangerang, Toko Obat Kalideres Jakarta Barat, dan rumah tinggal tersangka MS di Jakarta Barat.

” Pengungkapan kasus peredaran obat keras tanpa izin” tutur Kabid Humas Kombes Pol Argo

15940588_1395124023845239_1024066978391950670_nBerdasarkan hasil pengecekan dan pemantauan di toko obat Kalideres, Apotek Vico Tama dan Apotek Salembaran Jaya diketahui menjual obat keras lingkaran merah.

15940365_1395123967178578_4751966123658977724_n-620x330Obat-obatan itu diantaranya, yaitu hxymer, tramadolHCL, Tramadol kapsul, dan Dextro metorpham.

Obat-obatan itu dijual seharga Rp 10.000 per paket dalam kemasan plastik kecil @7 butir.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo, semua obat yang ditemukan di masing-masing TKP dijual secara bebas kepada anak-anak di bawah umur antara lain pelajar dan pengamen tanpa menggunakan resep dokter dan tak adanya pengawasan ketat.

Apabila mengonsumsi obat-obatan itu, lanjut Kabid Humas Kombes Pol Argo, pemakai dapat berhalusinasi.

Seharusnya, obat dikonsumsi sesuai resep dokter, tetapi obat diduga palsu itu dijual secara bebas.

” Sampai saat ini untuk yang melaporkan belum ada, Kami dalam penyelidikan menemukan transaksi ini, obat ditransaksikan tanpa izin tanpa resep dokter dikonsumsi anak remaja,” ungkap Kabid Humas Kombes Pol Argo.

Selama ini, petugas dari Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mencoba untuk memeriksa tempat itu.

Namun, karena pelaku mempunyai senjata airsoftgun sehingga petugas dari Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) ketakutan.

” Ini dikeluarkan untuk menakut-nakuti. Kami temukan saat penggeledahan. Dengan ditampilkannya senpi itu menakuti petugas,” imbuh Kabid Humas Kombes Pol Argo.

Atas perbuatan itu, pelaku dijerat Pasal 196 juncto Pasal 98 ayat (2) dan ayat (3) dan/atau Pasal 197 juncto Pasal 106 ayat (1) dan/atau Pasal 198 juncto Pasal 108 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tandas Kabid Humas Kombes Pol Argo.

Dan Pasal 62 ayat (1) juncto Pasal 8 ayat (1) huruf a dan e Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Pasal 3, 4, 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang, pungkas Kabid Humas Kombes Pol Argo.

Admin Polri55131 Posts

tribratanews.polri.go.id "Portal Berita Resmi Polri : Obyektif - Dipercaya - Patisipatif"

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password