Polresta Kediri Buru Otak Pembunuhan Anak Jalanan di Kediri Kabur ke Luar Kota

Tribratanews.polri.go.id – Polda Jatim- Polresta Kediri membackup Polsek Kediri Kota untuk menangkap tiga orang pelaku pembunuhan terhadap Imam Subekti (25) alias Reggae, anak jalanan asal Dusun Jegles, Desa Tarokan, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri. Tim khusus polresta mengejar pelaku ke luar kota.

Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi menegaskan, tiga pelaku yang buron merupakan otak dari pengeroyokan yang mengakibatkan Imam Subekti meninggal dunia. Pihaknya telah mengantongi identitas ketiganya dan berjanji akan segera mengamankan pelaku untuk dilakukan proses hukum.

“Kami sudah mengamankan 10 orang, dan delapan diantaranya adalah pelaku. Namun dari hasil pemeriksaan, mereka hanya ikut-ikutan saja. Sedangkan otaknya tiga orang yang sedang buron,” ujar AKBP Anthon Haryadi, Jumat (8/9/2017).

Dijelaskan Kapolresta, delapan orang pelaku yang sudah berhasil diamankan mayoritas anak-anak. Bahkan, dua diantaranya masih sekolah di bangku SMK. Untuk itu, proses hukum yang diterapkan harus ramah anak, yang cepat. Sebab, juga berkaitan dengan masa penahanan anak yang berbeda dengan orang dewasa.

Masih kata Kapolresta, untuk jenasah Imam Subekti saat ini masih berada di kamar mayat Rumah Sakit Bhayangkara, Kota Kediri. Tim labfor baru saja melakukan uji DNA korban dengan keluarganya untuk memastikan identitasnya. Mengingat, saat ditemukan jenasah sulit untuk dikenali, karena sudah lama meninggal dunia.

Sebagaimana diberitakan, jenasah Imam Subekti ditemukan di hutan Lereng Gunung Kelud di Desa Pandan Toyo, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri. Jenasah pria mengenakan kaos abu abu itu diidentifikasi bernama Imam Subekti, anak jalanan yang telah ditangan 13 orang teman sesama komunitasnya.

Pembunuhan terjadi, pada Kamis 24 Agustus 2017 pukul 02.30 WIB di ruko setengah jadi yang mangkrak di Pasar Grosir, Kelurahan Ngronggo, Kecamatan Kota Kediri. Korban dihabisi karena dianggap melecehkan satu tempat perempuannya. Untuk menghilangkan jejak pembunuhan, jenasah korban dibuang ke hutan.

Para pelaku membawa korban menggunakan sepeda motor berboncengan tiga. Korban berada di tengah diapit dua pelaku. Setelah jenasah dibuang, para pelaku tidak pernah datang ke bangunan tak berfungsi di TKP.

Pembunuhan terbongkar setelah polisi menerima informasi dari masyarakat bahwa di TKP baru saja terjadi pengeroyokan terhadap anjal. Polisi lantas menindak lanjuti informasi itu dengan melacak korban dan mengamankan para pelaku

Penulis      : Didik

Editor         : ALFIAN NURNAS

Publish      : Didik

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password