Dirnarkoba: Napi Kabur di Lapas Adalah Bandar Sabu Terbesar di Malut

Tribratanews.polri.go.id – Polda Maluku Utara, Penyidik Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Maluku Utara (Malut), kembali mengamankan beberapa barang bukti narkotika golongan satu jenis sabu yang merupakan barang sisa barang bukti dari salah satu narapida (Napi) narkoba yang berhasil melarikan diri di Rumah Sakit Umum Daerah Chasan Busory (RSUD) Ternate yakni, Rustam H Muhammad.

Direktur Reserse Narkoba (Dir Narkoba) Polda Malut, AKBP Mirzal Alwi didampingi Kabid Humas, AKBP Hendry Badar saat melakukan Press Release di Malpolda Malut, Rabu (6/9/2017) mengatakan, dari hasil penangkapan terhadap napi yang kabur dari lapas kemarin, hasil olah TKPnya anggota menemukan barang bukti berupa sabu sebanyak 12 Gram, dengan jumlah uang senilai Rp.2.700 serta bong (alat hisap).

Menurutnya, kuat dugaan disamping tersangka melarikan diri dari Lapas Ternate, yang bersangkutan juga melakukan transaksi jual beli narkoba selama dia menjadi DPO dengan waktu kurang lebih 6 hari lamanya.

Sebab kata dia, yang bersangkutan ini merupakan bandar besar dan pemain lama yang mempunyai banyak stok sabu di wilayah Malut.

Karena lanjut dia, uang senilai 2.700 yang diamankan tersebut merupakan hasil dari penjualan sabu selama yang bersangkutan menghirup udara bebas, untuk itu, saat ini anggota masih melakukan penyelidikan pada barang haram baik yang sudah maupun yang belum sempat di edarkan tersebut.

“Untuk asal-usul narkotika yang di dapat tersangka ini, hingga kini masih kita dalami untuk mengungkap otak atau kepemilikan barang haram ini,” akunya.

Disentil untuk keterlibatan pemilik rumah yang menjadi lokasi persembunyian tersangka saat buron kata AKBP Mirzal, pada saat penangkapan pemilik rumah tidak ada di TKP, makanya untuk pemilik rumah sendiri masih terus dilakukan pemeriksaan.

“Mereka masih akan terus di periksa tapi hanya sebatas saksi saja,” akunya.

Lanjutnya, untuk kasus ini, tersangka masih belum dimintai keterangan, sebab yang bersangkutan masih mendapat perawatan intesif di RSUD Ternate karena luka tembak pada beberapa kaki saat berusahan melawan petugas.

“Tadi pagi anggota sempat mintai keterangan, namun kesehatannya belum pulih makanya kita masih tunda dulu,” tuturnya.

Lebih lanjut menurutnya, saat ini, pihaknya dengan pihak Lapas Kelas IIA Ternate, juga masih mendalami apakah pelarian yang bersangkutan dari Lapas ini ada keterlibatan orang lain ataukah atas inisiatif sendri.

“Yang jelas dugaan kita dalam pelarian itu, ada orang-orang yang terlibat, makanya masih kita dalami,” cetusnya.

Ditegaskan, untuk kasusnya yang pertama dengan ancamana 15 tahun masih tetap dijalaninya, namun pihaknya masih akan tetap melakukan proses terhadap yang bersangkutan dalam kasus barunya, dengan barang bukti kurang lebih 12 Gram.

“Pada kasus yang baru ini, dia diancam dengan pasal 112 dan 114 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman di atas 15 tahun penjara,” Pungkasnya.

Penulis             : Mandala

Editor              : Alfian Nur

Publish            : Mandala

 

 

 

 

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password