Ritual Cio Ko Aman, Semua Sesaji Makanan Habis Di Rampas

Tribratanews.polri.go.id.polda.kalbar.polres sambas.polsek selakau.

Guna memberi rasa aman dan nyaman personil Polsek Selakau Polres Sambas laksanakan giat pengamanan dalam giat masyarakat yaitu sembahyang rampas yang merupakan ritual ibadah warga tionghoa di kelenteng Dewa Bumi Raya Desa Sungai Nyirih Kec.Selakau.

Sudah tugas pokok kepolisian yaitu pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat. Anggota Polsek Selakau Polres Sambas melaksanakan tugas pengamanan dengan rasa ikhlas guna memberi rasa aman dan nyaman kepada masyarakat serta kelancaran acara berlangsung.

“Kami melaksanakan tugas ini dengan ikhlas karena sudah menjadi tanggung jawab kami dalam memberi rasa aman dan nyaman kepada masyarakat serta menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum kami”, tutur Kapolsek Selakau IPTU Ronald Deny Napitupulu, SH,MH melalui bhabinkamtibmas brigpol Saburi saat pengamanan dilapangan.

Sembahyang Rampas tersebut, Sembahyang CioKo adalah sebuah tradisi perayaan dalam kebudayaan Tionghoa yang jatuh pada tanggal 15 bulan 7 penanggalan Imlek, tepatnya pada tanggal 5 September 2017.

Kegiatan sembahyang rampas merupakan puncak dari pelaksanaan ibadah sembahyang kubur. Kegiatan tersebut ramai diikuti masyarakat sehingga rawan terjadi tindak pidana. Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan terjadi, Kapolsek Selakau IPTU RONALD DENY NATIPUTULU, S.H., M.H. menerjunkan langsung anggotanya untuk melakukan pengamanan kegiatan sembahyang rampas tersebut.

Upacara tradisi sembahyang rampas ini semua makanan yang disajikan akan diperebutkan oleh semua yang hadir oleh sebab itu upacara ini dinamakan “Sembahyang Rampas”.

Tradisi ini menurut kepercayaannya, salah satu warga tionghoa yang tidak mau menyebutkan namanya, menjelaskan pada setiap bulan ketujuh penanggalan Imlek, pintu neraka akan dibuka lebar-lebar, dan para arwah akan diberi kesempatan untuk turun ke dunia menjenguk anak cucunya. Bagi para arwah yang anak cucunya tidak menyediakan sesajian di rumah, mereka akan mencari makanan di kelenteng, viraha ataupun di rumah abu yang melaksanakan ritual ini.

Penulis : Saburi
Editor : Alfian nunar
Publis : Cucu Syafiudin

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password