Ini Dia Sosok Polisi Teladan Sebagai Penggerak Revolusi Mental dan Pelopor Tertib Sosial Diruang Publik

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Program Quick Wins Renstra Polri tahun 2015-2019 telah menjabarkan Nawacita dengan agenda “Polri sebagai Penggerak Revolusi Mental dan Pelopor Tertib Sosial di Ruang Publik”, revolusi mental sebagai program Nawacita ke-8.

Aiptu M. Akib Iman Sip personil Polsek Bontoala anggota Bhabinkamtibmas Kelurahan tompo balang Kecamatan Bontoala berkat dedikasi dan loyalitasnya terpilih sebagai polisi teladan sebagai penggerak revolusi mental dan pelopor tertib sosial diruang publik tingkat satker dan tingkat polres/tabes jajaran Polda Sulsel.

Polisi alumni SPN Batua tahun 1992/1993 ini terpilih dari sekian banyak personil Polrestabes Makassar dan jajaran polsek yang bertugas sebagai pembina masyarakat dikelurahan bontoala parang kecamatan bontoala bekerja dengan jujur, disiplin dan loyalitas tinggi.

Aiptu M. Akib Iman Sip terpilih sebagai polisi teladan dengan 3 kriteria yaitu yang pertama etika berperilaku yang meliputi berperilaku kenegaraan, kelembagaan, kemasyarakatan dan kepribadian, yang kedua prestasi dan yang ketiga partisipasi dalam masyarakat.

Dalam tugasnya Bhabinkamtibmas kelurahan tompo balang ini membantu pembangunan poskamling, aktif pengajian dimasjid binaannya, penyelesaian problem solving, penyuluhan dan pembinaan kepada anak anak remaja yg sering menghisap lem kemudian diarahkan kepada orgtuanya untuk direhab.

Aiptu M. Akib Iman Sip juga berperan aktif dalam mensukseskan program pemerintah Kota Makassar termasuk lisa, MTR, lorong garden bersama sama dengan warga kelurahan tompo balang demi mewujudkan makassar menjadi kota dunia.

“Saya ingin memiliki komitmen sebagai agent of change baik secara individu maupun kesatuan untuk mewujudkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat yang lebih baik tanpa pandang bulu”, ungkap Akib Iman.

Kapolsek Bontoala Kompol TH Koswara mengatakan bersyukur dan bangga salah seorang anggotanya terpilih sebagai polisi teladan semoga kedepannya lebih ditingkatkan dan sebagai pelayan masyarakat yang menjunjung tinggi keadilan sebagai pelayan publik yang bekerja dengan tulus dan ikhlas.

Dalam sasaran rencana strategis Polri 2015-2019, pada poin 2 terdapat agenda yang sejalan dengan revolusi mental, yaitu terbangunnya Polri yang profesional, bermoral, modern, dan unggul.

Dalam kaitan dengan itu semua, patut kiranya di Hari Bhayangkara ini, kita menjadikannya ajang otokritik kelembagaan untuk memampudayakan seluruh sumber daya manusia (SDM) kepolisian.

Anggota Polri harus kembali kepada jati diri yang sungguh-sungguh memaknai nilai-nilai Pancasila.

Kiranya perlu pemikiran ulang terhadap posisi polisi, baik dalam rangka menerjemahkan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, maupun tugas-tugas lainnya.

Dalam kesempatan yang berharga ini perlu dimulai rejuvinasi atau upaya menghilangkan kejenuhan untuk memulihkan kebugaran mental aparatur kepolisian. Dengan demikian, upaya ikut mendorong terciptanya Revolusi Mental bisa dilaksanakan segenap anggota Polri.

Kekuatan moral itu adalah kemauan bisa “merasa” dalam perspektif luas. Merasa sebagai bhayangkara yang terpanggil untuk melindungi segenap bangsa dan negara.

Merasa sebagai pejuang dan penegak hukum yang menjunjung tinggi keadilan. Merasa sebagai pelayan publik yang senantiasa bekerja dengan derma tulus dan ikhlas. Kemauan bisa merasa ini menjadi modal sosial sekaligus arsenal untuk mewujudkan Revolusi Mental.

Penulis : Sumarwan

Editor   : Alfian

Publish : Sumarwan

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password