Lantik Pejabat Baru, Kapolres Bone Ingatkan Kapolsek untuk Tunaikan Amanah yang Diemban

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Kepala Kepolisian Resor Bone Akbp Muhammad Kadarislam Kasim selaku inspektur upacara melantik pejabat baru Kapolsek Tonra Akp Ramli. R.A, di lapangan Apel Mapolres Bone, jalan Yos Sudarso Watampone, Selasa (5/9/17) pagi.

Berdasarkan Surat Telegram Kapolda Sulsel nomor : ST/ 1203/ VIII/2017 tanggal 01 Agustus 2017, tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Polda sulsel.

Terhitung dari tanggal 4 September 2017 mantan Kapolsek Bontoharu Polres Kepulauan Selayar itu resmi menjabat sebagai Kapolsek Tonra Polres Bone, sebelumnya dijabat oleh Akp Djaya Mochtar yang sudah memasuki masa pensiun.

Tak hanya dikenal tegas, Kapolsek kelahiran Gorontalo 54 tahun silam tersebut juga dikenal disiplin.

“Tetap kita akan lanjutkan program-program Kapolsek terdahulu dan akan saya prioritaskan kasus yang belum diselesaikan”, tutur Ramli.

Kadarislam dalam amanatnya menyampaikan selamat kepada Pejabat Baru.

“Selamat melaksanakan tugas dan segera menyesuaikan diri. Mudah mudahan apa yang dirintis oleh pejabat lama dapat dilanjutkan dan ditingkatkan,” kata Kapolres.

“Jangan lupa bahwa jabatan itu merupakan amanah dan titipan Allah Yang Maha Kuasa, artinya jabatan itu perlu di syukuri,” tambahnya.

Penyematan tanda jabatan tersebut di hadiri oleh Waka Polres Kompol Alexander Hailitik dan para pejabat utama Polres Bone, dilanjutkan ucapan selamat dengan berjabat tangan disusul oleh segenap personil Polres Bone.

Mutasi atau transfer menurut Wahyudi (1995) adalah perpindahan pekerjaan seseorang dalam suatu organisasi yang memiliki tingkat level yang sama dari posisi perkerjaan sebelum mengalami pindah kerja.

Kompensasi gaji, tugas dan tanggung jawab yang baru umumnya adalah sama seperti sedia kala. Mutasi atau rotasi kerja dilakukan untuk menghindari kejenuhan karyawan atau pegawai pada rutinitas pekerjaan yang terkadang membosankan serta memiliki fungsi tujuan lain supaya seseorang dapat menguasai dan mendalami pekerjaan lain di bidang yang berbeda pada suatu perusahaan.

Transfer terkadang dapat dijadikan sebagai tahapan awal atau batu loncatan untuk mendapatkan promosi di waktu mendatang. Hakekatnya mutasi adalah bentuk perhatian pimpinan terhadap bawahan. Disamping perhatian internal, upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat adalah bagian terpenting dalam seluruh pergerakan yang terjadi dalam lingkup kerja pemerintahan.

Tujuan mutasi menurut Mudjiono (2000) adalah sebagai berikut :

  1. Untuk meningkatkan poduktivitas kayawan.
  2. Untuk menciptakan keseimbangan anatar tenaga kerja dengan komposisi pekejaan atau jabatan.
  3. Untuk memperluas atau menambah pengetahuan karyawan.
  4. Untuk menghilangkan rasa bosan/jenuh tehadap pekerjaannya.
  5. Untuk memberikan perangsang agar karyawan mau berupaya meningkatkan karir yang lebih tinggi.
  6. Untuk alat pendorong agar spirit kerja meningkat melalui pesaingan terbuka.
  7. Untuk menyesuaikan pekerjaan dengan kondisi fisik karyawan.

Penulis : Abu Uwais

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password