Sempat Kabur, Pelaku Penganiayaan Hingga Korban Tewas Akhirnya Diringkus Aparat Polsek Tallo

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Unit khusus Polsek Tallo berhasil menangkap pelaku penikaman yang mengakibatkan korban meninggal dunia, Senin (04/09/17). Pelaku berinisial SU alias Komo, ia diringkus di rumah keluarganya di Jalan Capoa Makassar.

Dari keterangan pelaku dirinya membenarkan telah melakukan penganiayaan atau penikaman terhadap korban saat bersama meminum minuman keras jenis Ballo di jalan Teuku Umar.

Untuk sementara motif pelaku melakukan penikaman terhadap korban karena pengaruh Miras dimana antara pelaku dan korban berteman.

Kejadian pada hari jumat sekitar pukul 17.35 wita dimana pelaku melakukan penganiayaan dengan cara menikam korban lelaki inisial JA alias Aco pada bagian dada sebelah kanan dan langsung mengeluarkan darh pada mulut korban  yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Kemudian Timsus Polsek Tallo yang dipimpin Kanit Reskrim Iptu. H. Ramli mendapat informasi langsung bergerak di backup Resmob Polda Sulsel langsung melakukan penyisiran berdasarkan keterangan saksi- saksi dan hasil olah TKP keberadan pelaku di ketahui berada di perkampungan Capoa Makassar.

Pada saat di amankan pelaku ditemukan juga barang bukti yang digunakan pelaku berupa senjata tajam jenis Badik lengkap dengan sarungnya yang terselip di kamar mandi.

Sudah banyak fakta dan penelitian yang tidak bisa dibantah kalau minuman keras alias miras memang “biang kejahatan (kriminalitas) dan mesin pembunuh”. Dan yang lebih membuat kita miris, banyak orang tak bersalah, tidak berdosa, bukan peminum alkohol tetapi harus meregang nyawa tetapi akibat dibunuh orang yang dalam pengaruh miras.

Ada puluhan ribu kasus miras. Tiap hari ada saja pemberitaan orang mabuk miras membunuh orang, memperkosa orang atau melakukan kejahatan kriminalitas lainnya.

Kalau dari sisi kesehatan sudah tidak usah diperdebatan lagi. WHO menyebutkan, mengonsumsi miras menyebabkan lebih dari 200 masalah kesehatan. Termasuk sirosis hati dan beberapa jenis kanker. Sementara US National Criminal Victimization Survey (1991) menemukan lebih dari ¼ kejahatan kekerasan terjadi di bawah pengaruh miras. Akibat miras memiliki pengaruh besar terhadap terjadinya pembunuhan.

Secara umum tindak pidana terhadap tubuh (fisik) pada KUHP disebut “penganiayaan”, mengenai arti dan makna kata penganiayaan tersebut banyak perbedaan diantara para ahli hukum dalam memahaminya. Penganiayaan diartikan sebagai perbuatan yang dilakukan dengan sengaja untuk menimbulkan rasa sakit atas luka pada tubuh orang lain.

Tindakan penganiayaan yang dilakukan oleh Komo yang sempat menjadi DPO Polsek Tallo selayaknya dijatuhi hukuman berat. Sebab korbannya bernama Aco tewas akibat perlakuan penganiayaan yang dilakukan. Dan dalam KUHP jenis penganiayaan ini dapat dikategorikan sebagai penganiayaan berat.

Penganiayaan berat disebutkan dalam pasal 354 KUHP, yang rumusannya adalah sebgai berikut :

  1. Barang siapa sengaja melukai berat orang lain, dipidana kerena melakukan penganiayaan berat dengan pidana penjara paling lama delapan tahun.
  2. Jika perbuatan itu mengakibatkan kematian, yang bersalah di pidana dengan pidana penjara paling lama sepuluh tahun.

Penulis : Abu Uwais

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password