Ngopi Bareng Kabid Humas bersama Kalangan Akademisi, Rekatkan Kebersamaan Menuju Pilkada Damai

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol. Dicky Sondani didampingi Kasubbid PID Akbp Sabrin Soleman dan Kasubbid Penmas AKBP Hj. Andi Masmini ngopi bareng bersama para akademisi dari sejumlah perguruan tinggi ternama di Sulsel, Senin (4/9/17).

Kalangan akademisi yang hadir pada Ngopi bareng tersebut, Prof.DR.Heri Tahir, Prof DR. H.Ahmad Sewang, Dr. Alwi Rachman, dan Dr. Azwar Hasan, giat ini dilaksanakan di Ruang Kerja Kabid Humas dilakukan untuk menjalin keakraban antara Polisi dan akademisi.

Selain itu,  Kabid Humas juga juga bertukar pikiran dalam kelancaran tugas kepolisian.dalam menangani berbagai isu terkini, seperti penanganan berita hoax di medsos, mencegah timbulnya kelompok seperti Saracen dan langkah-langkah yang mesti dilaksanakan untuk mewujudkan pemilukada di 12 daerah Sulsel bisa berlangsung aman.

“Pilkada lancar 2018 di 12 daerah Sulsel, sangat kita harapkan bersama, mari kita ajak masyarakat dan peserta untuk  sedini mungkin sadar siap menang siap kalah,  juga tentang Saracen, mari kita cegah bersama kelompok serupa,” ungkap Kabid Humas.

Akademisi UIN Alauddin Makasar, Prof DR Ahmad Sewang mnyatakan apresiasinya pada  kehadiran polisi di tiap mesjid pada bulan puasa lalu,”Tiap mesjid ada polisi pada bulan puasa sehingga keamanan terjaga,” kata Ahmad Sewang.

Kabid Humas mengharapkan kalangan Akademisi menjaga kemitraan dengan Polri serta keharmonisan yang telah terjalin, karena Polisi  juga butuh masukan-masukan pengetahuan dari pakar di bidangnya.

Tidak dipungkiri, dalam praktiknya pelaksanaan Pilkada selalu menimbulkan gejolak, terbukti tidak ada satupun penyelenggaraan Pilkada yang berjalan zonder konflik, yang umumnya berakar dari ketidakpuasan terhadap hasil akhir Pilkada. Sebagaimana diketahui dalam conflict fuctionalism terdapat konsep deprivation dan sense of injustice.

Pada konsep ini, perasaan diperlakukan secara tidak adil merupakan penyebab timbulnya konflik. Diluar kemungkinan adanya upaya mobilisasi massa dari pihak yang memiliki kepentingan-kepentingan tertentu. Munculnya beragam konflik yang menyertai pelaksanaan Pilkada sejatinya ingin menggambarkan bahwa pelaksanaan Pilkada tidak lagi sekedar pertarungan untuk memperebutkan kursi nomor satu di daerah yang diharapkan mampu membawa daerah pada kehidupan yang lebih baik.

Tetapi lebih dari itu adanya sebuah pertarungan antar berbagai kekuatan dengan modal sumber daya yang tidak terbatas, apalagi dengan dibalut oleh satu tujuan “Yang penting calonku menang”. Padahal, proses pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah secara langsung pada dasarnya bukan sekedar memilih siapa yang akan menjadi pimpinan daerahnya, melainkan lebih dari itu, suatu proses pembelajaran kehidupan berpolitik dan demokrasi yang terwadahi dalam suatu koridor hukum yang benar.

Pengalaman keberhasilan penyelenggaraan Pemilihan Umum Legislatif, Presiden dan Wakil Presiden yang telah berhasil dan berjalan dengan baik dan diakui oleh dunia internasional, hendaknya dapat menjadi pelajaran yang sangat berharga dalam rangka pelaksanaan pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah secara langsung oleh rakyat.

Agar penyelenggaraan Pilkada berlangsung dengan sukses, tentu harus dibarengi dengan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif. Disinilah peran penting Polri sebagai pengemban fungsi pemerintahan yang bertugas sebagai pelindung, pengayom, pelayan masyarakat, untuk bertanggung jawab dalam mengawal pelaksanaan Pilkada agar berjalan dengan damai dan tertib.

Penulis : Taufik

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password