Waktu dan Kebusukan Pelayanan Publik

Publik

Tribratanews.polri,go.id – Jakarta. Molor, Delay, tidak tepat waktu  menjadi santapan  dalam kehidupan sehari hari. Tenang-tenang saja nggak ada yang komplain, semua memaklumi bahkan mensyukuri kalau waktu itu bukan sesuatu yang berharga. Bagi yang memikirkan ketepatan waktu dituduh setresan atau kemrungsung. Bagi yang kritis akan waktu malah dimusuhi dilabel sok tertib dan serba aneh anggapan kebanyakan.

Keanehan dan keengganan orang memikirkan ketepatan waktu menunjukkan tingkat profesioanalisme dan keseriusan dalam bekerja. Waktu sekali dan tak akan berbalik lagi. Namun kebanyakan orang,  menganggap enteng bahkan senang mencampakannya. Waktu tidak lagi berharga, dibuang-buang begitu saja. Bahkan ada yang mengatakan membunuh waktu.

Pelayanan publik merupakan ikon atau simbol kewarasan pelayanya namun kita lihat berbagai pelayanan publik sarat dengan kebusukan. Kkn , penyalahgunaan kewenangan, kesempatan dalam kesempitan, mempermainkan. Membuat yang mudah menjadi sulit yang rumit akan semakin dicampakkan tidak akan disentuh. Tugas pokok diabaikan, pokoknya tugas yang dilakukan. Siapa berkuasa dia akan menang. Ia bagai sang yang menang apapun maunya yang lain mengikuti tidak peduli orang susah karenanya.

Pelayanan publik yang busuk tentu transparansi dan akuntabilitasnya dipertanyakan. Jangankan manjur untuk menjadi ikon dan solusi. Yang pokok-pokok diabaikan yang tidak pokok malah diagung-agungkan. Siapa sangka pelayanan publik akan busuk dan semakin busuk dan mematikan? Semua tenang-tenang saja bagai hidup tanpa beban, tenang ndableg saja. Nikmati saja bahkan harus mau menerima apa adanya. Yang lemah selalu dikalahkan atau jadi kalah-kalahan yang menang selalu yang kuat dan berkuasa. Karena mereka akan menguasai dan mendominasi. Kalau mau ya ini ga suka sana pergi. Kalau bisa diperlambat kenapa dipercepat. Kalau bisa dipersulit kenapa harus dipercepat

 Mental-mental ndoro inilah biang kebusukan. Tapi apa mau dikata yang berkuasa dan yang hebat justru bukan yang waras.(*)

Editor :Alfian Nurnas

Publish : Alam/Veri

Catatan : CDL

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password