Hari Raya Idul Adha, Polres Jeneponto Akan Berqurban 52 Ekor Sapi

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Hari raya Idul Adha tinggal menghitung hari, Kapolres Jeneponto AKBP Hery Susanto meninjau hewan qurban berupa sapi sebanyak 52 ekor dari 4 tempat karantina di Desa Bungeng, Desa Arungkeke, Petang dan Desa Palajau, Rabu (30/08/17).

Kegiatan didampingi oleh Wakapolres Kompol Archelaus Limpong, Kabag Sumda Kompol H. Jamaluddin, petugas karantina hewan dari Kementrian Pertanian Irman Haris,  Dokter hewan dari Dinas Peternakan Jeneponto drh. Bungsuhari Burhan.

Kapolres Jeneponto menjelaskan bahwa pelaksanaan qurban tahun lebih banyak dibanding tahun-tahun sebelumnya, tahun ini ada 52 ekor sapi sedang tahun 2016 hanya 3 ekor.

Artikel, Hari Raya Idul Adha, Polres Jeneponto Akan Berqurban 52 Ekor Sapi1

“Jadi ada kenaikan 1600 persen, suatu bukti bahwa kita sebagai umat muslim selalu bersyukur kepada kepada Allah ta’ala,” ucap Hery Susanto.

Rencana hewan korban ini akan dipotong  setelah Shalat Idul Adha 1438 hijriah dan dibagikan kepada masyarakat yang berhak.

“Keseluruhan sapi sebanyak 52 ekor dalam keadaan sehat  dan layak komsumsi,” ujar drh. Bungsuhari Burhan.

Tak diragukan lagi, udhiyah (Berqurban) adalah ibadah pada Allah dan pendekatan diri pada-Nya, juga dalam rangka mengikuti ajaran Nabi kita Muhammad -shallallahu ‘alaihi wa sallam-. Kaum muslimin sesudah beliau pun melestarikan ibadah mulia ini. Tidak ragu lagi ibadah ini adalah bagian dari syari’at Islam. Hukumnya adalah sunnah muakkad (yang amat dianjurkan) menurut mayoritas ulama.

Dinukil dari rumaysho.com beberapa hikmah dari pensyariatan qurban.

Pertama: Bersyukur kepada Allah atas nikmat hayat (kehidupan) yang diberikan.

Kedua: Menghidupkan ajaran Nabi Ibrahim –kholilullah (kekasih Allah)- ‘alaihis salaam yang ketika itu Allah memerintahkan beliau untuk menyembelih anak tercintanya sebagai tebusan yaitu Ismail ‘alaihis salaam ketika hari an nahr (Idul Adha).

Ketiga: Agar setiap mukmin mengingat kesabaran Nabi Ibrahim dan Isma’il ‘alaihimas salaam, yang ini membuahkan ketaatan pada Allah dan kecintaan pada-Nya lebih dari diri sendiri dan anak. Pengorbanan seperti inilah yang menyebabkan lepasnya cobaan sehingga Isma’il pun berubah menjadi seekor domba. Jika setiap mukmin mengingat  kisah ini, seharusnya mereka mencontoh dalam bersabar ketika melakukan ketaatan pada Allah dan seharusnya mereka mendahulukan kecintaan Allah dari hawa nafsu dan syahwatnya.

Keempat: Ibadah qurban lebih baik daripada bersedekah dengan uang yang senilai dengan hewan qurban. Ibnul Qayyim berkata, “Penyembelihan yang dilakukan di waktu mulia lebih afdhol daripada sedekah senilai penyembelihan tersebut. Oleh karenanya jika seseorang bersedekah untuk menggantikan kewajiban penyembelihan pada manasik tamattu’ dan qiron meskipun dengan sedekah yang bernilai berlipat ganda, tentu tidak bisa menyamai keutamaan udhiyah.

Penulis : Sumarwan

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password