Tekan Angka Kecelakaan, Kapolres Bone Sebar Personelnya di Dititik Rawan Kecelakaan

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Kehadiran Polisi khususnya dari Satuan Sabhara dan Satuan Polantas Polres Bone di tengah tengah masyarakat sangat diharapkan dalam rangka pemeliharaan keamanan dan ketertiban, seperti halnya dalam pengaturan di pagi hari. Aktivitas masyarakat pagi hari mengalami peningkatan dikarenakan bersamaan jam masuk kantor dan jam masuk sekolah. Selasa (29/9/17).

Selain di pagi hari, Kapolres Bone Akbp Kadarislam melalui Kasat Sabhara Akp Syahring dan Kasat Lantas Akp Kulle, juga menyebar anggota di berbagai daerah atau titik titik rawan kecelakaan di sore dan malam hari. Untuk itu penggelaran personil di beberapa titik rawan kecelakaan sangat diperlukan guna menekan angka kecelakaan yang cenderung meningkat setiap tahunnya.

Melalui Paur Humas Polres Bone Iptu Adenan mengatakan, penggelaran personil setiap hari bukan hal baru melainkan sudah menjadi program tetap Polres Bone.

“Setiap pagi Kegiatan ini rutin digelar, baik pagi, sore maupun malam, puluhan personil ditempatkan di beberapa titik rawan kecelakaan dan kemacetan seperti di persimpangan, depan sekolah, tikungan bahkan di beberapa trafic light di jaga oleh personil Polres Bone,” ujar Adenan.

Kehadiran Polisi ditengah-tengah masyarakat merupakan amanat dalam Undang-Undang Nomor 2 tahun 2012 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia yaitu melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat, serta menegakkan hukum dihadapkan dengan kondisi dan karakteristik masyarakat yang modern.

Namun penilaian masyarakat terhadap kinerja Polri yang hanya berdasarkan dengan pemberitaan TV, Koran maupun gejala tanpa mempertimbangkan kesulitan dan hambatan Polri dalam pelaksanaan tugas, terkadang menimbulkan stigma negatif, yang kemudian diekspresikan oleh sebagian masyarakat lewat sosial media (sosmed) yang berdampak makin buruknya citra Kepolisian.

Untuk menjawab semua keraguan tersebut, dapat dilakukan dengan menampilkan keseriusan dalam kerja, profesionalitas, akuntabel dan mendekatkan diri kepada masyarakat. Sehingga kehadiran anggota Polisi di tengah-tengah masyarakat, dapat betul betul dirasakan manfaatnya dalam rangka memberikan pengayoman kepada segenap masyarakat.

Istilah pengayom dalam konteks ini merupakan sebuah istilah yang bermakna perasaan tenang ketika adanya kehadiran Polisi. Jangan sampai justru kehadiran Kepolisian menimbulkan perasaan cemas, atau perasaan takut kepada masyarakat.

Penulis : Taufik

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password