Pererat Sinergitas, Polres Soppeng Gelar Coffee Morning bersama Insan Pers

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Kapolres Soppeng Akbp Indra Lutrianto Amstono bersama Ketua PWI Soppeng Andi Rachmat Kami, menggelar Coffee Morning di Favorite Cafe, Soppeng, Selasa (29/08/17).

Hadir di acara itu bebeberapa Pejabat utama Polres Soppeng diantaranya Waka Polres Soppeng Kompol Catur B.S, Kabag Ops Kompol Sengkaru Tajang, Kasubbag Humas Akp Muhajir, Kasat Intelkam Akp Slamet, Kasat Reskrim Akp Ahmad Rosma, personil Polres Soppeng serta rekan wartawan PWI Soppeng.

Poin penting yang dibicarakan bersama antara unsur PWI Soppeng dan jajaran Polres Soppeng adalah seputar kemitraan. PWI dan Polres Soppeng sepakat menjalin hubungan baik dan sama-sama mendukung.

Kapolres Soppeng dalam sambutan mengharapkan agar wartawan di Soppeng lebih aktif membantu menyolisasikan program-program serta pencapaian kinerja Polres Soppeng melalui media masing-masing.

“Tentu harapan saya agar kiranya PWI dan wartawan yang lainnya yang belum tergabung di PWI untuk sama-sama membangun Soppeng. Melalui peran masing-masing, saya yakin kita bisa membawa daerah ini lebih berkemajuan,” ungkap Kapolres Soppeng.

Mewakili PWI Soppeng, ketua PWI Andi Rachmat merespons positif harapan tersebut. PWI Soppeng ke depan, janji Andi Rachmat akan berupaya bersinergi dengan semua pihak, termasuk, pemerintah, TNI dan Polri dalam menciptakan suasana yang lebih kondusif di Kabupaten Soppeng.

Dengan digelarnya kumpul bareng sekaligus makan bersama tersebut, diharapnnya sinergitas antara media dan Polri semakin erat dengan tetap memberikan informasi kepada Polri terkait perkembangan situasi yang ada di daerah Kabupaten Soppeng sehingga penanganan terhadap kasus yang ada dapat ditangani dengan cepat.

Kemitraan antara polisi dengan pers sebagai sebuah institusi, sebagai entitas, bahkan antara oknum dengan oknum, sesungguhnya adalah sebuah kewajaran profesionalitas. Polri merupakan alat negara yang berperan dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka terpeliharanya keamanan dalam negeri.

Sementara pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan gra?k maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik, dan segala jenis saluran yang tersedia.

Sebagian lingkup kemitraan antara keduanya, ada yang diformalkan, melalui sebuah Nota Kesepahaman antara Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dengan Dewan Pers. Dalam upaya memperkuat jalinan kerjasama antara Pers dengan Polri, pada tahun 2012, bertepatan dengan Hari Pers Nasional di Jambi, dilaksanakan sebuah penandatanganan Nota Kesepahaman antara Polri dengan Dewan Pers.

Nota Kesepahaman itu bertujuan untuk meningkatkan kualitas penyelidikan, penyidikan dan penyelesaian dugaan terjadi tindak pidana akibat pemberitaan pers, serta memperjelas mekanisme pemberian bantuan Dewan Pers kepada Polri terkait dengan pemberian keterangan sebagai ahli. Substansi Nota Kesepahaman Polri dengan Dewan Pers, di antaranya : (1) Apabila ada dugaan terjadi tindak pidana yang berkaitan dengan pemberitaan pers, maka penyelesainnya mendahulukan UU RI Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers sebelum menerapkan peraturan perundang-undangan lain.

(2) Apabila Polri menerima laporan dan atau pengaduan masyarakat yang berkaitan dengan pemberitaan pers, dalam proses penyelidikan dan penyidikan berkonsultasi dengan Dewan Pers, (3) Dewan Pers memberikan kajian dan saran pendapat secara tertulis kepada Polri bahwa pemberitaan dimaksud melanggar Kode Etik Jurnalistik atau tidak.

Di dalam kemitraan, polisi tetap diikat oleh berbagai macam peraturan maupun kode etik profesi. Demikian pula insan pers, tidak bisa lepas dari kode etik jurnalistik. Pers yang profesional dan menjunjung tinggi etika jurnalistik, akan memberikan dukungan terhadap kinerja kepolisian, tanpa terperangkap pada semangat persekongkolan.

Demikian juga, kepolisian yang bekerja secara profesional, dicintai masyarakat dan menjunjung tinggi hak asasi manusia, akan menjadi mitra ideal bagi pers. Kemitraan antara polisi dan pers menjadi ideal, jika kedua entitas tersebut saling berpegang pada etika profesi masing-masing, yang arah bersamanya adalah tercapainya masyarakat adil, makmur, dan sejahtera.

Penulis : Sumarwan

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password